Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali Perbedaan Magnitudo dan Intensitas Agar Tak Salah Memahami Risiko Guncangan Gempa

Amaliya Syafithri • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:35 WIB
Ilustrasi alat ukur gempa
Ilustrasi alat ukur gempa

RADARTUBAN - Istilah Magnitudo dan Intensitas sering kita jumpai dalam informasi guncangan gempa bumi, salah satunya di laman resmi BMKG dan artikel-artikel media.

Kedua istilah tersebut tampak mirip bukan? Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Penting untuk mengetahui perbedaan kedua istilah tersebut agar masyarakat seperti kita punya persepsi yang benar terhadap daya guncangan gempa bumi.

Magnitudo

Istilah magnitudo merujuk pada kekuatan sumber gempa atau energi yang dilepaskan saat gempa terjadi.

Magnitudo diukur menggunakan alat ukur yang disebut seismograf dan biasanya dilaporkan dalam angka, misalnya skala gempa yang terjadi di Sumatra Barat dini hari Rabu (10/12) yang dicatat dengan angka M 4,7.

Intensitas

Istilah intensitas berarti menunjukkan seberapa kuat getaran yang dirasakan di lokasi tertentu.

Intensitas dipengaruhi oleh banyak hal, yakni jarak dari pusat gempa, kondisi tanah atau bangunan, topografi, dan kedalaman pusat gempa.

Karena itulah kekuatan getaran di satu tempat dan tempat yang lain bisa berbeda meskipun magnitudonya sama.

Perbedaan itulah yang menyebabkan gempa dengan magnitudo relatif kecil terasa cukup kuat jika kita berada di pusat gempa, dan kondisi tanah juga membuat guncangan lebih terasa.

Sebaliknya, gempa bermagnitudo besar akan terasa ringan jika kita jauh dari pusat gempa.

Selain itu, kondisi tanah dan bangunan juga turut memengaruhi (salah satunya bangunan tahan gempa).

Mengetahui perbedaan antara magnitudo dan intensitas adalah hal yang penting untuk masyarakat agar dapat mengukur risiko dengan lebih akurat.

Jangan hanya mengejar angka magnitudo sebagai patokan, tetapi intensitas yang dirasakan di lokasi juga penting untuk diketahui. Karena meskipun magnitudo kecil, tetap memiliki potensi membahayakan.

Pemahaman yang benar akan mengurangi panik atau kecerobohan berlebihan.

Jika kita tahu tentang hal tersebut, kita bisa merespon dengan tepat, tahu kapan harus evakuasi, kapan harus bersikap tenang, dan kapan harus bersikap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

Cara Memahami Data Laporan Gempa

Ketika membaca laporan gempa, carilah magnitudo, kedalaman pusat gempa, dan lokasinya. Kita juga bisa melihat peta guncangan (shakemap) untuk mengetahui intensitas di wilayah masing-masing.

Gambaran intensitas yang sebenarnya bisa dirasakan di lokasi yang terguncang, seperti kendaraan besar lewat, rumah bergoyang ringan, atau getaran kuat.

Kemungkinan potensi bahaya bisa dirasakan di lokasi guncangan, bukan hanya berdasarkan angka.

Yang terpenting, gunakanlah informasi untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Pemahaman mengenai magnitudo dan intensitas dapat membantu kita membuat keputusan cepat, seperti evakuasi, mengecek kondisi rumah, dan sekadar berjaga-jaga.

Untuk masyarakat khususnya di wilayah rawan gempa seperti Jawa dan Sumatera, pengetahuan ini penting agar kita bisa tetap waspada. Intinya, tetap siaga dimanapun kita berada. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#potensi bahaya #Gempa Bumi #BMKG #intensitas #magnitudo