RADARTUBAN - Budaya mengenakan pakaian bekas kini telah mengalami pergeseran makna.
Jika dulu dianggap tabu, saat ini mengoleksi pakaian preloved—yang masih layak pakai justru menjadi tren yang sangat diminati oleh generasi muda.
Fenomena ini terlihat jelas di Tuban. Kegiatan thrifting atau pameran baju bekas menjadi solusi bagi anak muda yang ingin tampil modis dengan anggaran terbatas.
Meski barang yang dijajakan bukan produk baru, tren yang mulai meledak sejak masa pandemi Covid-19 ini tetap menjadi magnet kuat bagi kaum muda.
Bagi para remaja di Tuban, thrifting bukan sekadar urusan belanja, melainkan juga sebuah gerakan tren untuk mengapresiasi dan memanfaatkan kembali barang layak guna demi gaya hidup yang lebih hemat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Manekin Toko Pakaian di Tuban juga Wajib "Tutup Aurat", Demi Kekhusyukan Ibadah Ramadan
Andra, salah satu penjual pakaian thrift di Gedung Budaya Loka selama gelaran pameran pakaian bekas mengatakan, thrifting diminati anak muda sebagai salah satu cara mengadopsi gaya hidup hemat dan juga eksklusivitas yang ditawarkan.
‘’Model pakaian thrift biasanya unik dan sulit ditemukan kembarannya di pasaran saat ini. Ini memberikan kepuasan bagi mereka yang ingin tampil beda,” katanya.
Dari segi ekonomi, harga barang bekas yang ditawarkan memang sangat menggiurkan. Andra menyebut, bahwa harga rata-rata pakaian bekas dibanderol 50 persen lebih murah dibandingkan harga barang baru di toko ritel atau mal.
‘’Harga miring dan ramah di kantong ini pastinya menarik minat anak muda untuk tampil fashionable tanpa harus menguras tabungan,” tuturnya.
Meski peminatnya membludak, Andra juga mengingatkan para pembeli untuk tetap teliti dalam memilih. Memeriksa detail jahitan, noda, serta kebersihan barang dalam berburu pakaian bekas.
‘’Mencuci bersih pakaian dengan air panas setelah membeli menjadi prosedur wajib sebelum dipakai demi kesehatan kulit,” terang Andra mengedukasi.
Salah satu penikmat thrifting Sherlynda membenarkan, bahwa perburuan pakaian bekas adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk menambah koleksi lemari pakaiannya.
Selain itu, dalam pemilihannya memerlukan kesabaran ekstra namun memberikan hasil yang sepadan.
‘’Acara pameran thrifting seperti ini jadi kesempatan untuk mengoleksi lebih banyak model pakaian. Bahkan, jika beruntung dan teliti, pakaian bermerek dari luar negeri bisa dibeli dengan harga sangat murah,” ungkapnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama