RADARTUBAN - Pernah merasa sangat lelah di penghujung hari padahal aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat? isi kepala yang terus bekerja tanpa henti dan terjebak overthinking menjadi penyebab utama hilangnya fokus serta energi harian yang kerap tak disadari.
Nyatanya, rasa lelah pada tubuh bukan hanya disebabkan karena aktivitas fisik yang dilakukan. Sebuah video unggahan kanal Youtube Irenethejournal menjelaskan adakalanya salah satu penyebabnya adalah kebocoran energi mental akibat overthinking.
Baca Juga: Mengenal Crab Mentality, Pola Pikir Toksik yang Diam-Diam Menghambat Kesuksesan
Penyebab Overthinking dan Kebocoran Energi Mental
Kebiasaan overthinking atau berpikir berlebihan menjadi pemicu utama terjadinya kebocoran energi mental pada seseorang.
Ketika pikiran terus dipaksa memproses penyesalan masa lalu, kecemasan masa depan, hingga kekhawatiran atas penilaian orang lain, sistem otak akan terus bekerja tanpa henti. Akibatnya, cadangan energi tubuh terkuras drastis meski tidak ada beban fisik yang berarti.
Kondisi ini dianalogikan seperti telepon pintar yang baterainya cepat habis karena terlalu banyak aplikasi berjalan di latarbelakang.
Meskipun tidak sedang digunakan secara langsung, aplikasi tetap mengonsumsi banyak daya. Hal serupa juga terjadi pada pikiran ketika seseorang terus sibuk memikirkan sesuatu yang sebenarnya sudah berlalu.
“Obrolannya cuma 5 menit, tapi kamu memprosesnya selama 2 jam. Dan tanpa kamu sadar, energi kamu habis di situ,” salah satu kutipan yang disampaikan dalam video.
Hypervigilance Menyebabkan Otak Terjebak Mode Siaga
Kebiasaan berpikir berlebihan pada kondisi ini juga berkaitan erat dengan mekanisme pertahanan diri hypervigilance atau kewaspadaan berlebih, yakni sistem saraf dapat terbiasa berada dalam kondisi siaga sebagai mekanisme perlindungan diri.
Polanya terbentuk dari pengalaman atau lingkungan masa lalu yang membuat seseorang merasa harus selalu berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.
Jika berlangsung terus-menerus, hal ini akan mengakibatkan perhatian menjadi terpecah.
Seseorang tidak sepenuhnya berada pada aktivitas yang sedang dilakukan karena pikirannya berpindah dari satu kekhawatiran ke kekhawatiran lainnya.
Dampak buruknya, tubuh kehilangan kemampuan untuk rileks secara mendalam, sehingga kualitas tidur dan istirahat menjadi sangat buruk.
“Ke mana perhatian kamu pergi, ke situ pula energi kamu mengalir. Masalahnya banyak dari kita hidupnya bukan di hidupnya sendiri, tapi di kepala orang lain,” pesan yang ditekankan dalam video.
Langkah Praktis Mengatasi Lelah Mental
Maka untuk mengurangi kebocoran energi, ada tiga langkah sederhana yang dapat mengatasinya.
Pertama, melakukan latihan somatik selama beberapa detik dengan menarik napas secara sadar untuk membantu tubuh mengenali kondisi.
Kedua, mengevaluasi pikiran dengan bertanya apakah sebuah persoalan memang membutuhkan energi lebih.
Ketiga, melakukan brain dump, yaitu menuliskan berbagai beban pikiran ke dalam jurnal agar pikiran tidak terus menyimpannya.
“Energi kamu habis sebelum kamu sempat bertindak,” menjadi pengingat bahwa terkadang yang paling melelahkan bukan apa yang dilakukan, melainkan apa yang terus dipikirkan. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari