RADARTUBAN – Kualitas interaksi dan kedekatan emosional menjadi kunci utama menjaga keharmonisan rumah tangga, bukan seberapa banyak waktu yang dihabiskan bersama pasangan.
Kesibukan serta keterbatasan waktu bukanlah alasan utama pemicu renggangnya hubungan suami istri.
Hal tersebut ditegaskan oleh sexologist sekaligus konselor sexual education, Febri, dalam tayangan video di kanal youtube Suara Berkelas.
Baca Juga: 10 Hal yang Sering Dilakukan Wanita yang Belum Siap Menghadapi Realitas Pernikahan
Menurutnya, persoalan mendasar dalam hubungan rumah tangga kerap bersumber dari cara pasangan membangun komunikasi serta mengelola waktu yang dimiliki.
Febri menjelaskan, durasi singkat bersama pasangan tetap memberikan dampak besar apabila dimanfaatkan secara optimal untuk saling memberi perhatian dan berinteraksi secara mendalam.
"Jadi bukan salahin waktunya, salahin bagaimana dirimu dan pasangan mengelola waktu yang ada," kata Febri saat menjadi narasumber.
Bahaya Kesepian di Dalam Pernikahan
Ia juga menyoroti fenomena maraknya rasa kesepian yang dialami individu di dalam ikatan pernikahan.
Kondisi ini dapat timbul ketika pasangan hadir secara fisik setiap hari, namun abai dalam menjalin hubungan emosional.
"Kesepian yang paling membunuh itu sebetulnya kesepian dalam pernikahan. Orangnya mah ada, tapi kok kesepian ya kita?" ungkapnya.
Pentingnya Memahami Karakter Komunikasi Pasangan
Selain faktor pengelolaan waktu, perbedaan karakter komunikasi dan cara mengekspresikan kasih sayang turut berpotensi memicu kesalahpahaman.
Febri memaparkan bahwa bentuk perhatian setiap orang berbeda-beda, mulai dari pemberian hadiah hingga tindakan nyata secara langsung.
Oleh karena itu, keterbukaan mengenai kebutuhan serta harapan masing-masing menjadi krusial agar keharmonisan tetap terjaga meski dalam kondisi keterbatasan waktu. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari