Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warga Dekat Lokasi Kilang GRR Tuban Mendesak Minta Direlokasi

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 12 Juli 2023 | 17:30 WIB
Photo
Photo

RADAR TUBAN – Tragedi terbakarnya Depo Pertamina Plumpang di Jakarta Utara pada 3 Maret lalu menebar trauma bagi warga sekitar proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Kilang minyak terbesar se-Asia Tenggara tersebut ditakutkan mengalami hal yang sama. Karena itu, dalam konsultasi publik rencana pengadaan lahan pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan kilang minyak PT Pertamina, Senin (10/7) yang awalnya membahas pembebasan lahan untuk jalan, berkembang ke wacana relokasi dan menempati wilayah baru.

Usulan tersebut muncul atas kekhawatiran masyarakat yang pemukimannya berdekatan dengan lokasi kilang yang kini tengah dibangun.

‘’Kami berharap warga direlokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,’’ ujar Azizan, salah satu warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu.

Dia mengemukakan, relokasi hanya dikhususkan bagi warga di Wadung Barat. Pertimbangannya, pemukiman tersebut paling dekat dengan kilang minyak milik PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) itu.

Apalagi, jumlah warga yang tinggal di wilayah tersebut sekitar 35 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut sangat mungkin berkurang karena sekarang ini tengah berlangsung pelebaran jalan yang dipastikan bakal mengepras pemukiman warga setempat. Dengan demikian, jumlah pemukiman yang tersisa tinggal sedikit.

‘’Bagaimana kalau kami bisa menyusul direlokasi,’’ ung kap Azizan.

Lahan pemukiman yang ditinggalkan warga, lanjut dia, bisa digunakan untuk buffer zone, sehingga kekhawatiran terjadi tragedi seperti di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara tidak terulang.

Senior Officer 3 Pertamina Asset Evri Marta Risal memastikan, kilang minyak GRR yang akan dibangun sudah didesain dengan mempertimbangkan jarak aman.

Kawasan buffer zone antara kilang dengan pemukiman warga sekitar pun sudah
disiapkan.

‘’Meski belum dibangun desainnya, sudah memperhitungkan jarak aman, sehingga insya allah tidak ada masalah untuk jarak aman,’’ imbuhnya.

Risal mengaku tidak tahu pasti jarak aman yang disiapkan dalam desain.

‘’Maaf karena saya bukan orang teknis, jadi tidak bisa menjelaskan,’’ imbuhnya.

Terkait permintaan relokasi warga, dia menegaskan, Pertamina belum berencana merelokasi. Menurut dia, saat ini Pertamina masih fokus proses pembangunan jalan untuk eksisting proyek yang akan dilaksanakan kilang minyak GRR Tuban. (fud/ds)

 

----------------------------------------------------------------

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Adib Turmudzi
#buffer zone #Kilang Minyak #kilang minyak di tuban #kilang minyak grr tuban #Kilang minyak terbesar #wadung barat #PT Pertamina #kilang minyak terbesar di Asia Tenggara #Kilang Minyak GRR