RADAR TUBAN – Menjelang kedatangan jemaah haji kloter 18 dan 19 asal Tuban pada Rabu (12/7) hari ini, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Dikabarkan empat jemaah haji meninggal pada Senin (10/7).
Keempat tamu Allah tersebut, Rusmiati, 85, warga Desa Klakeh, Kecamatan Bangilan (kloter 18), Sulastri Lamijo Karsiman, 68, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding (kloter 19), Rasdi Sarto Puro, 67, Desa Kedung makam, Kecamatan Jatirogo (kloter 24), dan Ladi, 58, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan (kloter 18).
Dengan demikian, hingga kemarin (11/7) total 13 jemaah haji asal Bumi Ronggolawe
yang meninggal dunia.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin mengatakan, sebenarnya total jemaah haji yang meninggal 14 orang. Rinciannya, 13 jemaah meninggal di Arab Saudi dan satu jemaah meninggal di Tuban.
Dia menyampaikan, satu jemaah haji yang meninggal tersebut sebelumnya gagal berangkat dan sempat dirawat di rumah sakit.
‘’Mereka yang meninggal itu karena lansia dan memiliki risiko tinggi yang diperparah penyakit bawaan,’’ ujarnya.
Apakah jemaah haji yang meninggal tersebut dipicu kelelahan setelah puncak haji? Yamin menampik hal tersebut. Dia menegaskan, meski perjalanan selama Armuzna memakan banyak energi, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan menginap di Mina untuk balang jumrah, bukan berarti mereka kelelahan.
‘’Memang karena jemaah risiko tinggi karena usianya yang sudah lanjut dan punya penyakit bawaan,’’ kata dia mempertegas pernyataan sebelumnya.
Sementara itu, jemaah haji yang bersiap pulang kemarin melakukan penimbangan koper dan selanjutnya melakukan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan.
Yamin memerkirakan, Rabu dini hari mereka terbang dari Jeddah. Untuk kloter 18 diperkirakan tiba di Bandara Juanda Surabaya pukul 16.20 dan tiba di Tuban pukul 21.20.
Sementara untuk kloter 19 datang pada hari yang sama dan terpaut dua jam dari kloter 18. Mereka tiba di Bandara Juanda pukul 18.30 dan sampai di Tuban pukul 23.30.
‘’Penjemputan jemaah di Kompi Senapan C 521 Tuban. Jadi sepanjang Jalan Sunan Kalijaga steril. PKL diliburkan dulu,’’ pungkasnya. (fud/ds)
----------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Adib Turmudzi