RADARTUBAN.COM-Dewan Pers mengimbau wartawan untuk menjunjung tinggi profesionalme.
Salah satunya tidak menjadikan media sosial (medsos) sebagai sumber berita.
Terlebih, memasuki tahun politik sekarang ini, medsos banyak digunakan para pendengung sebagai sarana propaganda dan kampanye.
"Sekarang ada isu yang dilempar buzzer soal penamparan wakil menteri, sesuai dengan pasal 3 Kode Etik Jurnalistik harus benar-benar diverifikasi dulu kebenarannya sebelum dijadikan berita," kata Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers Asep Setiawan di Ambon, Rabu (20/9), sebagaimana dikutip dari ANTARA.