Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertamax Naik Rp 700, Menjadi Rp 14.000, Kenaikan Hanya untuk BBM Nonsubsidi

Dwi Setiyawan • Senin, 2 Oktober 2023 | 23:24 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Minggu (1/10).


Lima jenis BBM yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan pertamax green 95.


Kenaikan juga berlaku di SPBU swasta lainnya.
Seperti diprediksi, kenaikan BBM tak bisa dihindari akibat harga minyak mentah dunia menyentuh di atas 90 dolar AS per barel.


Harga pertamax, misalnya, naik Rp 700 per liter. Kalau sebelumnya Rp 13.300 per liter menjadi Rp 14.000 per liter atau dari sebelumnya

Pertamax turbo naik menjadi Rp 16.600 per liter dari sebelumnya Rp 15.900 per liter.
Harga dexlite yang sebelumnya Rp 16.350 per liter terkerek menjadi Rp 17.200 per liter.
Pertamina DEX yang sebelumnya Rp 16.900 per liter naik Rp 1.000 atau menjadi Rp 17.900 per liter. Dan, pertamax green 95 dari Rp 15.000 per liter menjadi Rp 16.000 per liter.


Dikutip dari CNBC Indonesia, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian berkala dan penetapan harga BBM jenis BBM umum (JBU) atau BBM nonsubsidi ini mengacu pada regulasi pemerintah yang diatur melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis BBM dan Minyak Solar.


"Penyesuaian harga mengacu mengacu pada rata-rata MOPS (Means of Platts Singapore) pada periode 25 Agustus 2023 hingga 24 September 2023. Harga baru ini berlaku untuk propinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta," jelasnya, Minggu (1/10).


Namun demikian, Irto memastikan harga BBM di SPBU Pertamina masih kompetitif dibandingkan harga BBM di SPBU swasta lainnya.


"Harga produk Pertamina masih termasuk kompetitif dibandingkan perusahaan lain untuk produk dengan kualitas setara dan harga tersebut telah memenuhi ketentuan batas atas pada periode Oktober 2023 yang ditetapkan untuk setiap jenis BBM," tambahnya.
Dia menjelaskan, pertimbangan penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk menjamin ketersediaan BBM di dalam negeri.


"Perubahan harga BBM Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek di antaranya tren harga publikasi MOPS/Argus dan kurs, agar tetap dapat menjamin keberlangsungan penyediaan dan penyaluran BBM hingga ke seluruh pelosok Tanah Air," tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, pergerakan harga minyak mentah dunia hingga di atas 90 dolar AS per barel sekarang ini diprediksi Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak ikut memengaruhi harga jual BBM nonsubsidi.
Ali Ahmudi menyampaikan, kenaikan tersebut karena menyesuaikan dengan mekanisme pasar dan sisi keekonomian.

"Salah satunya harus menyesuaikan dengan komponen harga dasar BBM, termasuk fluktuasi harga minyak dunia. Itu hal yang wajar agar tak menimbulkan kerugian bagi perusahaan penyedia BBM, khususnya PT Pertamina (Persero)," kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/100, sebagaimana dikutip dari Antara.

Ali menjelaskan, komponen harga dasar BBM terdiri dari biaya perolehan, biaya penyimpanan dan distribusi, serta proyeksi margin. Biaya perolehan merupakan biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan BBM.

"Sedangkan, biaya penyimpanan dan distribusi merupakan biaya yang dibutuhkan untuk mendistribusikan BBM ke konsumen di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya

Terkait biaya perolehan BBM, kata Ali, acuannya adalah harga indeks pasar BBM yang dipengaruhi oleh harga ICP (Indonesia Crude Price).


Saat ini, rata-rata 2023 ICP bisa mencapai 90 dolar AS per barel. Dengan demikian, rata-rata harga indeks pasar BBM berada di atas level 100 dolar AS per barel.


Berikut Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2023
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Pertamax: Rp 14.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 16.600 per liter
- Dexlite: 17.200 per liter
- Pertamin
a Dex: Rp 17.900 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 16.000 per liter

Editor : Muhammad Azlan Syah
#bbm #pertamina