Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gaspol Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing

Kifani Amalija Putri • Selasa, 3 Oktober 2023 | 13:20 WIB
PMDN: Ganjar Pranowo menghadiri acara groundbreaking air separation plant (APS) pabrik Samator ke-56 di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jumat (17/3).
PMDN: Ganjar Pranowo menghadiri acara groundbreaking air separation plant (APS) pabrik Samator ke-56 di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jumat (17/3).

TUBAN, RADARTUBAN — Sepanjang 2019-2023, Indonesia diterpa pandemi Covid-19 yang tidak hanya memengaruhi sektor kesehatan, tapi juga ekonomi. Kondisi tersebut sempat mengempaskan upaya pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, salah satunya Provinsi Jawa Tengah.

Ada beberapa target yang memang belum berhasil tercapai, karena terkena pandemi Covid-19. Tapi kemudian bisa kita samakan seperti sebelum Covid-19. Kita genjot kades, camat dan seluruhnya untuk bergerak, Alhamdulillah berhasil, ujar Ganjar Pranowo di alun-alun Kabupaten Brebes pada Sabtu (19/8).

Seiring meredanya Covid-19, ikhtiar pemerintah bersama elemen warga Jateng membuat perekonomian Jateng semakin membaik. Tercatat, angka kemiskinan pada Maret 2023 sebesar 3,79 juta orang, atau turun 66,73 ribu orang jika dibandingkan September 2022, dan turun 39,94 ribu orang bila dibandingkan Maret 2022. Apabila dipersentase, jumlah penduduk miskin di Jateng 10,77 persen, hampir menyamai kondisi pada 2019.

Selain itu, lanjut Ganjar, pertumbuhan ekonomi Jateng menunjukkan peningkatan. Bahkan, data BPS Jateng menyebut, angkanya jauh lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan II 2023, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,23 persen, secara year on year (YoY), sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,17 persen.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode, Ganjar yakin perekonomian di Jateng akan semakin maksimal di masa depan. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk selalu pro terhadap investasi.

Kita gaspol investasi, bisa dilakukan bila kita tidak mempersulit perizinan, kalau tak ada pungli, jaga integritas, penegakan hukum bagus, pengusaha kalau datang jangan diperes, jangan dipersulit, itu akan jadi trigger ekonomi, paparnya.

Salah satu investasi besar yang masuk ke Provinsi Jateng adalah pembangunan pabrik air separation plant (APS) di Kawasan Industri Terpadu Batang. Pabrik milik PT Samator Indonesia Gas itu dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar.

Kami menyampaikan terima kasih karena ini plant terbesar dari Samator. Jawa Tengah dan Batang dipercaya untuk itu. Karena itu, mesti dilakukan pelayanan yang juga terbaik, cepat, jangan ada pungli, jangan ada korupsi, dan sebagainya, tutur Ganjar saat menghadiri groundbreaking APS Samator di Batang pada Jumat (17/3).

Ditambah Ganjar, setelah semua kebutuhan untuk lokasi pabrik terpenuhi, selanjutnya adalah penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, suplai tenaga kerja dapat diambil dari masyarakat di Kabupaten Batang, wilayah sekitarnya, atau daerah lain di Jawa Tengah. Kami mendorong agar warga sekitar menyiapkan man power, jelasnya.

Sementara di Tuban, upaya Ganjar untuk meningkatkan investasi dengan mempermudah perizinan mendapat respons positif dari masyarakat. Arif salah satu warga Jatirogo Tuban berharap, apa yang telah dilakukan ganjar di Jawa Tengah bisa dilanjutkan di seluruh pelosok nusantara.

Penigkatan investasi memberikan dampak positif untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan untuk kesejahteraan masyarakat, harapannya. (wir)

Editor : Kifani Amalija Putri
#investasi #jawa tengah #ganjar #Pertumbuhan Ekonomi