Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Batasi Penggunaan Gawai, Jangan Lepas Kontrol, Dokter Jiwa: Bisa Ganggu Mental

Dwi Setiyawan • Minggu, 15 Oktober 2023 | 14:12 WIB
Ilustrasi. Kecanduan gawai sebabkan berbagai gangguan
Ilustrasi. Kecanduan gawai sebabkan berbagai gangguan

RADARTUBAN-Jangan sepelekan penggunaan gawai atau gadget. Kalau tidak diatur dan dibatasi penggunaannya dapat menyebabkan gangguan mental si pengguna. 

Peringatan tersebut disampaikan dokter spesialis jiwa Tribowo Tuahta Ginting. 

"Seseorang dapat terpengaruh cara berpikirnya dengan gadget, sehingga bisa menyebabkan adiksi. Dan, adiksi itu adalah masalah mental," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Peringatan tersebut disampaikannya pada gelar wicara kesehatan mental yang diikuti secara daring di Jakarta.

 

Tribowo menjelaskan, adiksi terhadap gawai merupakan gangguan otak yang memengaruhi perilaku seseorang terhadap gawai dan ditandai dengan kecenderungan menggunakan gawai pada hampir seluruh waktunya.

 

Dia juga menyebut penggunaan gawai yang tidak dibatasi dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.

 

 

 

"Karena lebih sering berinteraksi secara digital, sehingga tidak ada konektivitas antara satu sama lain. Semuanya dilakukan semu secara digital," kata dokter spesialis jiwa Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta itu. 

Tontonan digital, kata Tribowo, juga dapat memengaruhi kecenderungan mental seseorang. 

Terlebih pada remaja yang dapat mengganggu waktu tidur, sekolah, dan aktivitas lainnya. Imbasnya, memengaruhi cara merawat diri dan mengganggu kesehatannya.

 

Kebiasaan bermain game terlalu lama, lanjut dia, juga dapat mengganggu kesehatan mental seseorang. 

Di antaranya stres saat kalah. Kondisi ini perlahan bisa menimbulkan gangguan mental di kemudian hari.

 

"Akhirnya akan memengaruhi interaksi remaja terhadap orang lain. Juga interaksinya terhadap lingkungan dan akhirnya memengaruhi kesehatan mentalnya," ujar praktisi kesehatan itu.

 

Namun demikian, Tribowo menegaskan penggunaan gawai dapat menjadi hal positif jika seseorang dapat mengontrol dan menyaringnya dengan bijak.

 

 

 

Sementara itu, Kepala Pusat Riset (Kapusris) Kesehatan Masyarakat dan Gizi Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wahyu Pudji Nugraheni mengatakan, kecemasan, depresi, dan gangguan mental merupakan sejumlah contoh bentuk gangguan mental yang rentan diderita anak-anak dan remaja.

 

"Perubahan fisik dan hormon, tekanan akademis, serta masalah sosial dan identitas itu bisa memengaruhi terhadap gangguan kesehatan mental mereka," kata Pudji.

 

Dia mengatakan, secara keseluruhan kondisi mental seseorang dipengaruhi genetik, lingkungan, sosial, ekonomi, serta kondisi biologisnya.

 

Tak hanya anak-anak dan remaja. Pudji juga menyebut tujuh kelompok lain yang rentan terserang gangguan mental, yakni individu dengan riwayat keluarga yang secara genetik punya gangguan mental, individu dengan penyakit kronis, serta seseorang dengan riwayat trauma dan pelecehan.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#gangguan mental #penggunaan gadget dibatasi #gadget #gawai #mental #adiksi