Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gunung Ili Lewotolok, NTT Meletus, Petugas Pengamatan: Setelah 10 Bulan Terakhir Erupsi

Dwi Setiyawan • Selasa, 24 Oktober 2023 | 15:14 WIB

 

PVMBG merekam aktivitas erupsi berupa lontaran abu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10). (ANTARA)
PVMBG merekam aktivitas erupsi berupa lontaran abu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10). (ANTARA)

RADARTUBAN- Setelah sepuluh bulan terakhir mengalami erupsi, Selasa (24/10) pagi Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus. 

Dilansir dari Antara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat dua kali letusan. 

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan letusan pertama terjadi pukul 05.08 WITA. Selang sembilan menit kemudian terjadi letusan kedua. Luncuran abu vulkanik terpantau mengarah ke barat dan barat laut. 

 "Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," ujar Stanislaus.

Berdasarkan hasil pengamatan, terang dia, letusan pertama meluncurkan kolom abu setinggi lebih kurang 500 meter mengarah ke barat dan barat laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat dan barat laut.

  

Alat seismograf merekam letusan tersebut berkekuatan amplitudo maksimum 30,6 milimeter dan durasi 44 detik.

  

Erupsi kedua melontarkan abu vulkanik berwarna kelabu setinggi lebih kurang 600 meter mengarah ke barat. Erupsi tersebut dengan amplitudo maksimum 25,6 milimeter dan durasi 42 detik. "Ancaman bahaya erupsi masih jauh dari lokasi pemukiman," kata Stanislaus.

  

Sejak 1 Januari sampai 24 Oktober 2023, Gunung Ili Lewotolok adalah gunung api paling sering erupsi dengan jumlah letusan 77 kali.

  

Gunung api kedua yang juga aktif erupsi adalah Gunung Anak Krakatau dengan jumlah letusan tercatat sebanyak 62 kali. Kemudian, Gunung Ibu dengan jumlah letusan 46 kali.

  

PVMBG mengimbau masyarakat yang berada di Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran maupun longsoran lava dan awan panas dari bagian timur kawah Gunung Ili Lewotolok.

  

Masyarakat juga diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain yang dapat melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lain akibat abu vulkanik.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Gunung Ili Lewotolok meletus #ntt #pvmbg #gunung api #Gunung Ili Lewotolok