Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gerakan Boikot Produk Israel Harus Bijak, INDEF: Jangan Merugikan Perekonomian Indonesia

Dwi Setiyawan • Kamis, 30 November 2023 | 16:37 WIB
Ahmad Heri Firdaus, Ahmad Heri Firdaus
Ahmad Heri Firdaus, Ahmad Heri Firdaus

RADARTUBAN-Gerakan boikot produk Israel yang dikenal sebagai boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) kemungkinan tidak berdampak langsung secara efektif untuk memutus atau menghambat pendapatan perusahaan hingga berpengaruh pada sokongan dana terhadap Israel.


Hal tersebut disampaikan peneliti dari lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus.


"Aliran dana yang sebenarnya signifikan bagi Israel berasal dari pinjaman luar negeri, penjualan migas, hingga transaksi perangkat lunak untuk gawai. Dengan demikian, aksi boikot terhadap perusahaan dalam negeri yang terlibat dalam BDS mungkin tidak memberikan dampak yang diharapkan terhadap Israel," kata Heri di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11), dikutip dari Antara.

Apalagi, kata dia, banyak perusahaan dalam negeri yang masuk dalam daftar. Perusahaan tersebut sudah memiliki lisensi domestik dan telah menyerap tenaga kerja serta sumber daya lokal.


"Karena itu, gerakan boikot yang tidak tepat sasaran justru dapat merugikan tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut," ujar kandidat doktor dari Institut Pertanian Bogor itu.


Heri berharap masyarakat di tanah air lebih bijak dalam memahami dampak dari gerakan boikot yang mereka dukung, sehingga dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman dan merugikan perekonomian serta lapangan pekerjaan di tingkat lokal.

"Karena beberapa merek yang disebut terafiliasi dengan Israel, telah puluhan tahun beroperasi di Indonesia dan menyerap ratusan ribu tenaga kerja," ujarnya.

Senada disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dia mengingatkan agar gerakan BDS jangan sampai salah alamat, menyusul kemungkinan adanya produk lokal yang justru terkena boikot.

"Yang dikhawatirkan oleh Wakil Presiden adalah jangan sampai melakukan boikot yang kemudian salah alamat," kata Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi melalui keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.


Gerakan boikot yang salah sasaran, dikhawatirkan akan berdampak pada potensi peningkatan tingkat pengangguran akibat gerakan boikot.

Karena itu, harus dipilah mana pemboikotan yang harus dilakukan, mana negara yang selama ini berdiplomasi dengan baik, dan di sisi yang lain jangan menimbulkan korban-korban yang tidak diinginkan.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#perusahaan #boikot #boikot produk israel #Israel #indef