RADARTUBAN-Memasuki hari keempat pencarian korban erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Rabu (6/12) malam, tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan berhasil mengevakuasi korban ke-75 dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di sekitar kawah pukul 15.30 WIB.
Dengan temuan tersebut, berarti 23 dari 75 pendaki dinyatakan meninggal dunia pascaerupsi Gunung Marapi, Minggu (3/12).
"Ya, ini merupakan target kita. Dari laporan jumlahnya sudah komplit 75," kata Waka Polda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardiyanto, dilansir dari Antara.
Korban terakhir diketahui berjenis kelamin Perempuan. Hanya saja, untuk identitas lengkapnya belum dapat dipastikan karena masih membutuhkan pencocokan data atau identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar yang dipusatkan di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi.
Edi Mardiyanto mengatakan, tragedi erupsi Gunung Marapi harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Terutama dalam mengutamakan keselamatan.
Apalagi, kata dia, aktivitas vulkanik gunung tersebut diketahui berstatus level II (waspada) sejak 2011.
Pada kesempatan tersebut, jenderal polisi bintang satu itu mengakui pada hari pertama pencarian korban belum memenuhi target. Itu karena tim gabungan baru mengevakuasi 52 korban dan tiga orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menambahkan, korban terakhir berjenis kelamin perempuan tersebut dibawa ke RSAM Bukittinggi untuk proses pencocokan data.
Data 75 orang tersebut merujuk pada daftar pemesanan daring yang dihimpun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar.(ds)