Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gunung Merapi Mengalami 71 Gempa Guguran. Masyarakat Diimbau Tidak Melakukan Kegiatan di Daerah Potensi Bahaya

Dwi Setiyawan • Rabu, 27 Desember 2023 | 16:14 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Gunung Merapi mengalami 71 kali gempa guguran. Puluhan gempa tersebut tercatat pada Selasa (26/12) mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. 

Aktivitas gunung berapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut dilaporkan 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

Dilansir dari Antara, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Triyono dalam laporannya menyampaikan, gempa guguran tersebut memiliki amplitudo 3 hingga 23 milimeter dengan lama gempa berkisar antara 26,04 sampai 277,6 detik.

 Gempa guguran merupakan gerakan yang terekam seismogram karena fragmen lava jatuh akibat gravitasi bumi.

Gempa guguran biasanya terjadi setelah erupsi disebabkan guguran lava yang terjadi pada sistem pembentukan lava.

Selain gempa guguran, PVMBG mengamati empat kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. 

Sektor tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer. Berikutnya, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya Gunung Merapi.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#perbatasan #yogyakarta #Gunung merapi #puncak #vulkanik #gunung #gempa guguran