RADARTUBAN— Perintah salat lima waktu dari Allah SWT terjadi pada peristiwa Isra Mi'raj pada 27 Rajab.
Peristiwa Isra Mi'raj yang merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan ke langit ketujuh yang tahun ini bertepatan pada Kamis, 8 Februari.
Bagaimana shalat nabi sebelum terjadi peristiwa Isra Mi'raj?
Dilansir dari NU Online, kewajiban shalat sudah ada sebelum peristiwa Isra Mi’raj.
Shalat diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW sejak diangkat sebagai nabi dan menerima wahyu pertama. Hal tersebut ditegaskan dalam hadis riwayat Ahmad dan Ad-Daraquthni yang artinya sebagai berikut.
Jibril datang kepada Rasul ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan Rasul wudhu dan shalat.
Menurut Ibnu Ishaq, kewajiban shalat dimulai sejak Rasulullah menerima wahyu pertama. Bahkan, Rasul dan Khadijah sudah shalat sebelum shalat lima waktu diwajibkan.
Para sahabat juga diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengerjakan shalat dan berbuat baik.
Ini dipahami dari hadits yang dikutip oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari.
Ibnu Abbas berkata, dari Abu Sufyan tentang hadits Herakilius, bahwa Nabi SAW memerintahkan kami shalat, jujur, dan menjaga harga diri.
Menurut Ibnu Rajab, riwayat ini menunjukkan Rasulullah sejak awal sudah memerintahkan umatnya untuk shalat, berkata jujur, dan menjaga harga diri.
Bahkan, dia sendiri juga melakukan hal yang sama sebelum adanya kewajiban shalat lima waktu.
Berapa Rakaat shalat sebelum Isra Mi’raj dan bagaimana dengan waktunya?
Merujuk pada penjelasan Ibnu Rajab dalam Fathul Bari, ulama berbeda pendapat terkait bagaimana shalat Rasul sebelum Isra Mi’ra.
Ada yang mengatakan bahwa shalat yang diwajibkan pada Rasul pada awalnya adalah dua rakaat shubuh dan dua rakaat waktu malam.
Dengan demikian, perintah shalat pertama kali tidak langsung lima waktu, namun hanya dua kali sehari, yaitu dua rakaat waktu shubuh dan dua rakaat di waktu isya’.
Begitu pula kewajiban wudhu. Cara wudhu dan shalat ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri