Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sekjen PDIP Ungkap Keanehan Quick Count Dalam Negeri yang Unggulkan Prabowo-Gibran: Banyak Aspek Kecurangan dari Hulu hingga Hilir

Dwi Setiyawan • Kamis, 15 Februari 2024 | 17:30 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

RADARTUBAN-Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap perbedaan harapan 180 derajat antara warga Indonesia di dalam dan luar negeri.


Dia kemudian membandingkan hasil exit poll luar negeri dengan quick count dalam negeri.


Hasto menyampaikan, berdasarkan exit poll dari sejumlah lembaga di luar negeri menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud dan paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin unggul di banyak negara.


Sementara itu, hasil quick count dalam negeri paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul di atas 50 persen.


"Exit poll di luar negeri itu mencerminkan tidak adanya operasi bansos, tidak adanya operasi intimidasi, tidak adanya operasi keterlibatan dari institusi-institusi negara sehingga warga Indonesia bisa menyampaikan pilihannya secara jernih," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (14/2) malam dilansir dari jawapos.com.


Hasto menyebut, di dalam negeri banyak aspek kecurangan dari hulu hingga hilir.


Politikus asal Jogjakarta itu kemudian menyinggung fenomena overshooting alias hasil operasi kotor yang berlebihan dari target.


"Jadi kalau berburu itu nembaknya berlebihan. Ini pernah terjadi di Timor Timur pada Pemilu 1997 ketika suatu operasi masif dilakukan, maka sampai rezim penguasa saat itu kaget karena partai penguasa saat itu sampai mendapatkan hampir 100 persen," tegasnya.


Hasto juga menyampaikan hasil quick count internal yang menempatkan Ganjar-Mahfud mendapatkan suara terbanyak dari partai lain.

Namun, Ganjar-Mahfud sendiri malah meraih suara terburuk.


Bahkan, dia bingung hasil quick count menunjukkan Ganjar-Mahfud kalah dengan Prabowo-Gibran di sejumlah wilayah basis pendukung PDIP.


Terkait kondisi tersebut, kata Hasto, PDIP akan mengusulkan kepada Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud untuk membentuk tim khusus yang mengumpulkan berbagai bukti-bukti kecurangan Pemilu 2024.

"Kami akan mengusulkan kepada TPN Ganjar-Mahfud agar dibentuk suatu tim khusus," kata Hasto.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#hasto kristiyanto #Pemilu 2024 #exit poll #Sekjen PDI Perjuangan