RADARTUBAN-Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai menteri ATR/BPN pada Rabu (21/2) pagi.
Pelantikan yang menjadi momen penting perjalanan sejarah AHY tersebut tak dihadiri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ayahnya yang sekaligus ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Terkait ketidakhadiran SBY pada pelantikan AHY, sekretaris pribadi SBY, Ossy Dermawan menyampaikan, presiden keenam RI itu baru tiba Cikeas, Kabupaten Bogor dari perjalanan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Tadi malam, AHY sudah bertemu Bapak SBY yang baru tiba di Cikeas, untuk memohon doa restu dalam tugas yang baru sebagai menteri ATR/BPN," kata Ossy dikutip dari jawapos.com.
Wasekjen Partai Demokrat itu mengatakan, SBY merestui langkah AHY menerima pinangan Jokowi.
SBY tetap mendukung langkah politik tersebut.
"Bapak SBY sudah mendoakan dan memberikan restu untuk Mas AHY dalam menjalankan tugas negara ke depan," ujarnya.
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga tidak menghadiri pelantikan. Sebagaimana diketahui, AHY dan Moeldoko sempat terlibat perselisihan terkait dualisme di tubuh Partai Demokrat.
Moeldoko sempat berupaya mengambil alih Partai Demokrat dengan mengajukan peninjauan kembali atas keputusan SK AD/RT Partai Demokrat dari Kementerian Hukum dan HAM.
Langkah yang dilakukan Moeldoko berakhir gagal.
Karena sekarang ini keduanya menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin presiden Jokowi, Moeldoko akhirnya memilih ‘’berdamai’’.
Sikap tersebut terlihat di akun media sosial pribadinya, @ Dr. Moeldoko.
"YANG CARI SAYA HARI INI, TENANG-TENANG, SAYA ADA DI SINI. Saya sedang menjadi pembicara Konferensi FAO Asia Pasifik yang dihadiri oleh 34 delegasi negara," tulis Moeldoko dengan unggahan foto aktivitasnya.
Moeldoko juga mengucapkan selamat kepada AHY yang baru saja dilantik sebagai menteri.
"Saya ucapkan juga selamat kepada pak @Hadi.tjahjanto dan mas @agusyudhoyono yang telah dilantik oleh presiden Jokowi menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju. Mohon maaf saya tidak bisa menghadiri pelantikan karena harus menjalankan tugas saya sebagai kepala @kantorstafpresidenri untuk menjadi pembicara forum @fao di Sri Lanka," tulisnya.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri