Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Empat Fakta di Balik Pengeroyokan yang Menewaskan Santri Ponpes Al Hanafiyyah Kediri

Dwi Setiyawan • Sabtu, 2 Maret 2024 | 03:16 WIB
Orang tua Bintang, di Kecamatan Glenmore Banyuwangi, Jatim.
Orang tua Bintang, di Kecamatan Glenmore Banyuwangi, Jatim.

RADARTUBAN-Kematian Bintang Balqis Maulana, 14, santri Ponpes Al Hanafiyyah, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kota Kediri pada Jumat (23/2) dipicu akibat penganiayaan sadis empat santri senior.

Apa yang melatarbelakangi empat santri senior itu menganiaya pemuda asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi itu?

Dikutip dari radarkediri.jawapos.com, berikut empat fakta yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut:

1.    Penganiayaan pada Selasa (20/2)

Dipicu karena Bintang yang mendapat giliran piket bersih-bersih lingkungan pondok menolak. Alasannya, dia baru sembuh dari sakit.

2.    Penganiayaan kedua pada Rabu (21/2) malam.

Pemicunya, Bintang tidak mengikuti salat berjemaah.

3.    Penganiayaan pada Kamis (22/2) siang.

Pemicunya, Bintang sering mengadukan masalah di pesantren kepada Suyanti, sang ibu.

4.    Sejumlah santri menyaksikan penganiayaan tersebut.

Mereka tidak berani melerai karena usianya lebih muda dan junior. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#santri senior #Bintang Balqis Maulana #Ponpes Al Hanafiyyah Kediri