RADARTUBAN-Kapan Alquran turun? Ulama di laman Pengurus Pusat Muhammadiyah mengulas tanggal 17 Ramadhan, yang diperingati di Indonesia bukanlah ketetapan dari Alquran atau hadis, melainkan merupakan hasil ijtihad ulama.
Mereka berpendapat turunnya Alquran pada 17 Ramadhan diisyaratkan dalam surah Al Anfal ayat 8.
Dinyatakan bahwa permulaan diturunkannya Alquran bertepatan dengan terjadinya perang Badar.
Menurut ahli Sejarah, perang tersebut terjadi pada Jumat, 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Sekalipun tahunnya berbeda, namun tanggalnya sama.
Dari penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa permulaan turunnya Alquran adalah pada bulan Ramadhan.
Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai tanggalnya. Demikian pula tanggal Lailatul Qadar.
Karena itulah para ulama menganjurkan untuk berusaha mencari Lailatul Qadar mulai permulaan Ramadhan hingga akhir.
Dalam surah Al Qadar dijelaskan bahwa Alquran diturunkan pada malam Al Qadar atau malam kemualiaan.
Dalam surah Ad Dukhan dijelaskan bahwa Alquran diturunkan pada lailah mubarakah atau malam yang diberkahi, nama lain dari Lailatul Qadar.
Dalam surah Al Baqarah dijelaskan bahwa Alquran diturunkan pada bulan Ramadhan.
Dalam surah Al Anfal dijelaskan bahwa Alquran diturunkan pada malam yang bertepatan dengan bertemunya dua pasukan, yaitu pasukan muslimin dan pasukan musyrikin pada perang Badar, yaitu yang terkenal dengan hari pembeda antara haq dan batil, yang terkenal juga dengan hari kemenangan.
Semua tidak menyebutkan tanggalnya, dan dalam surah Al Baqarah hanya disebutkan bahwa turunnya Alquran adalah pada bulan Ramadhan.
Menurut Sayyid Qutb, pada bulan Ramadhan diturunkan permulaan Alquran ke dalam hati Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya.
Malam Qadar disebut juga dengan malam takdir. Itu karena pada malam itu Allah menetapkan segala sesuatu.
Lailatul Qadar adalam malam yang sangat dirahasiakan Allah. Karena itulah, pada surah Al Qadr ayat 2 berbentuk pertanyaan: Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Karena itu, hingga kini kapan tepatnya waktu Lailatul Qadar itu tidak dapat diketahui.
Yang pasti Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa, karena kemuliaannya yang tidak tertandingi dengan malam-malam lainnya.
Surah Al Qadar ayat 3 menggambarkan: Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Karena itu Rasulullah SAW menganjurkan agar berusaha memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Sebagaimana diungkapkan dalam hadis berikut. Dari Aisyah RA, bahwa
Rasulullah SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadhan.
Hadis lain, Dari Ibnu Umar RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tunggulah Lailatul Qadar pada sepuluh akhir (bulan Ramadhan) atau sembilan akhir.
Hadis di atas hanya menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar mencari Lailatul Qadar pada sepuluh akhir atau sembilan akhir atau tujuh akhir bulan Ramadhan, tidak menetapkan tanggal tertentu. (ds)
Editor : Amin Fauzie