RADARTUBAN- Kasus dugaan salah tangkap Pegi Setiawan alias Pegi Perong masih menjadi buah bibir di masyarakat.
Pasalnya, banyak warganet meragukan bahwa Pegi Setiawan adalah otak pembunuhan Vina dan Eky.
Hal tersebut terlihat dari perbedaan wajah Egi atau Pegi Setiawan yang sempat berseliweran di media sosial.
Tak jarang warganet berasumsi Pegi adalah tumbal dari orang yang berkuasa atas kasus viral tersebut.
Melansir dari Instagram @mood.jakarta, salah satu saksi, Suharsono menyatakan bahwa Pegi Setiawan bukanlah pelaku dari kasus pembunuhan sepasang kekasih itu.
Pasalnya pada hari kejadian, Pegi tengah bekerja bersamanya di Bandung.
“Kalau itu sih Pegi salah sasaran, salah tangkap,” katanya.
Dia mulai menceritakan saat 27 Agustus 2016 lalu, Pegi tengah berada di Bandung.
Pegi tengah merantau bekerja bersama dengan dirinya dan beberapa rekan kerja lainnya.
“Pegi saat itu memang ada di Bandung,” ujarnya.
Suharsono mengaku terkejut jika Pegi menjadi salah satu buron dalam kasus pembunuhan Vina.
Bahkan, dia membenarkan rumah Pegi sempat digerebek oleh pihak kepolisin.
Namun, untuk kepastian waktunya, pria itu masih mengingat secara pasti.
“Saya main ke rumahnya setelah pulang tanggal 27 itu. Ketemu sama ibunya, kata Pegi dicari sama polisi. Padahal kan hari kejadian Pegi masih ada di Bandung. Gak pulang,” imbuhnya.
Tak hanya kesaksian dari Suharsono, salah satu tetangganya mengatakan, Pegi dikenal sebagai kepribadian yang baik dan jarang berada di rumah karena pekerjaannya.
“Anaknya baik, jarang berkumpul sama teman-temannya. Kerjanya juga merantau,” kata ibu-ibu yang tidak diketahui namanya tersebut.
Dia juga menjelaskan bahwa saat kasus pembunuhan Vina, Pegi diketahui tengah merantau.
Karena itu, dia tidak ada di Cirebon saat kejadian.
Saat reka adegan kejadian pun, Pegi Setiawan diketahui masih berada di luar Cirebon.
“Posisi kejadian setahu saya posisinya dia gak di sini. Dia lagi merantau,” ungkapnya.
Kebiasaan merantau Pegi sudah bukan rahasia umum. Wanita tersebut menuturkan, Pegi sudah merantau jauh sebelum kasus pembunuhan Vina terjadi.
”Jauh sebelum kasus, bahkan sejak tahun 2015 atau 2014 gitu,” pungkasnya. (gi)
Editor : Amin Fauzie