Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bocah Kelas 2 SD di Sulsel Mendayung Perahu Seberangi Sungai untuk Sekolah, Ini Faktanya

Tugino • Rabu, 31 Juli 2024 | 01:36 WIB
Potongan video bocah kelas 2 SD  di Sulsel mendayung perahu seberangi sungai untuk sekolah.
Potongan video bocah kelas 2 SD di Sulsel mendayung perahu seberangi sungai untuk sekolah.

RADARTUBAN - Sebuah video viral memperlihatkan dua siswa Sekolah Dasar (SD) mendayung perahu menyeberangi Sungai Tangka untuk berangkat sekolah.

Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @unikinfold terlihat dua bocah mengenakan seragam SD yang tengah kesulitan mengayuh perahu karena terombang-ambing oleh ombak.

Fenomena tersebut diketahui berada di perbatasan Kabupaten Bone dan Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kedua bocah tersebut adalah Muhammad Ammar Ramadhan dan Muhammad Rifki, siswa kelas 2 SD 139 Larea-rea, Kabupaten Sinjai. Mereka berdomisili di Borong Kalukue, Dusun Lagoppo Dua, Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara, Bone.

Faidah, ibu dari salah satu bocah, mengonfirmasi bahwa anak-anaknya memang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk bersekolah. "Mereka ke sekolah memang naik perahu sampan kami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/7) dikutip dari baperanews.com (30/7).

Meskipun menghadapi ombak tinggi dan angin kencang, kedua bocah ini tetap bersemangat menuntut ilmu. "Kalau tinggi ombak, kencang angin tetap pergi sekolah, karena itu sudah biasa. Yang penting mereka bisa belajar," tambah Faidah.

Muhammad Asri Arsyad, Kepala Desa Massangkae, menerangkan bahwa fenomena ini bukan hal baru.

"Warga saya sekolahnya semua di Sinjai, SD dan SMP. Ini sudah lama, karena rata-rata menyeberang saja naik perahu ke Sinjai, dan siswa rata-rata punya perahu sendiri," jelasnya.

Arsyad menambahkan bahwa pilihan bersekolah di Sinjai didasarkan pada akses yang lebih mudah dibandingkan ke sekolah di wilayah Bone.

"Kalau ibu kota desa ada sekitar 2 kilometer (km) dan melalui empang. Mereka lebih memilih sekolah ke Sinjai karena hanya menyeberang Sungai Tangka," ucapnya.

Video ini memicu berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang mengapresiasi semangat kedua bocah tersebut.

“Gak kebayang sih seberapa besar tantangannya buat mereka menuntut ilmu, taruhannya nyawa tapi sekarang malah yg dapat kemudahan untuk menuntut ilmu malah seenaknya aja, semangat ya kalian adek-adek,” tulis akun instagram @icha_swifties (26/7).

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh akun @nno_nama (28/7), “SD mreka berhadapan dgn sungai, SMP mreka bersiap menyebrangi danau SMA mereka berani mengarungi lautan dn takkan heran ketika dewasa mereka mampu menaklukkan samudra. Semangat ya nakk,” tulisnya.

Namun, disamping pujian terhadap 2 bocah tersebut, netizen juga menyoroti pentingnya perbaikan akses dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil. Salah satunya seperti cuitan dari akun @carsautoholic (26/7). “Menteri nya pusing mikirin ngubah seragam sama jurusan,” tulisnya di kolom komentar.

“Padahal banyak yg lebih penting buat dibenerin & diurusin yaitu fasilitas pendidikan, akses pendidikan, biaya pendidikan, guru honorer,” tambahnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#mendayung #perahu #bocah sd #sungai