Joni, yang kini berusia 19 tahun, baru-baru ini mengikuti seleksi lenerimaan Bintara TNI AD tahun 2024 di Kota Kupang. Namun, ia tidak lolos karena tidak memenuhi syarat tinggi badan.
"Tahun 2024 saya mengikuti tes (TNI), saya gagal," ujar Joni dalam sebuah video yang diunggah banyak warganet.
Kegagalan ini membuat Joni kecewa, mengingat janji yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo di Instana Negara untuk mempermudah prosesnya menjadi abdi negara.
Dalam video tersebut, Joni memohon bantuan kepada Presiden, Panglima TNI, dan jajaran pimpinan terkait.
"Saya mohon bantuan kepada bapak presiden bersama bapak panglima dan juga jajarannya. Saya mohon bantuan untuk meluluskan saya menjadi anggota TNI," tutur Joni menambahkan.
Meski mengalami kekecewaan, Joni tetap bertekad untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi tahun depan. "Untuk saat ini mungkin persiapan fisik. Saya akan usahakan sebisa mungkin," jelasnya.
Video berisi tagihan Joni itu salah satunya diunggah akun X @Heraloebss dan mendadak viral dan menuai komentar dari netizen. Salah satunya komentar akun X @charliewades (4/8). “ Pak Jokowi Cuma berjanji, ga bilang mau nepati,” tulisnya sinis.
Dilansir dari berbagai sumber, tinggi Joni hanya 157 atau belum memenuhi syarat masuk TNI untuk laki-laki.
“Setahuku kalo ada atensi luar biasa, ya tetap prosedur standard minimal di jalankan. Seperti postur/samapta serta terutama psi wajib lolos,” tulis akun @darmoriego (4/8) menjelaskan penyebab Joni tidak lolos.
“Sangat disayangkan 6 tahun sebenarnya cukup waktu untuk persiapan itu, sukses ya joni,” tambahnya.
Akun X @Heraloebss juga menyampaikan pesan itu agar terus disebarluaskan.
"Sebarkan agar kehormatan panglima Tertinggi bisa terjaga,” dalam tweetnya.
“Prabowo pernah meloloskan prajurit TNI masuk Kopassus padahal tingginya tdk ideal,” jelasnya.
“Masih hangat anak letinggi TNI tinggi badan kurang, tapi lolos karena ada antensi, INI ATENSI PANGLIMA PERANG kok tidak diindahkan,” tulisnya menambahkan.
Perlu diketahui, seleksi Penerimaan Bintara TNI AD tahun 2024 telah dibuka dan berlangsung hingga 30 Juli 2024. Proses validasi, daftar ulang, serta pemeriksaan administrasi akan dilaksanakan di 15 komando daerah militer (kodam) di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Joni menjadi viral pada tahun 2018 saat ia, yang ketika itu berusia 14 tahun, memanjat tiang bendera setinggi 15 meter untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara HUT Kemerdekaan RI di Pantai Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama