RADAR TUBAN – Kekalahan Desak Made Rita Kususma Dewi, atlet speed climbing Indonesia dalam olimpiade Paris 2024 mencuri perhatian publik.
Kekalahan Rita dalam speed climbing Olimpiade Paris 2024 tersebut lantaran Rita hanya kalah cepat 0,006 detik dari lawannya, Deng Lijuan di perempatan final.
Kekalahan Rita ini menandakan berakhirnya perjalanan kompetensinya di Olimpiade Paris 2024 cabang speed climbing. Dengan kata lain Rita gagal melaju ke semifinal.
Tak bisa menghakimi, nyatanya Rita sudah berusaha dengan sangat keras dalam kompetensi ini. Performa yang ia tampilkan pun sebenarnya sudah cukup maksimal. Hanya saja kondisi lawan benar-benar sedang dalam puncaknya.
Peserta wakil dari Indonesia sebelumnya, R. Sallsabillah juga berhasil dikalahkan oleh lawan yang sama.
Rita terlihat langsung lemas dan kecewa begitu menyadari kekalahannya ketika kalah cepat menuju puncak. Pada salah satu cuplikan potongan video yang beredar di berbagai media sosial, menampilkan kekecewaan Rita dalam sesi wawancara yang dia jalani.
Rita bahkan sudah tidak tahu harus berkata seperti apa. Ia mengakui kehebatan lawan yang berhasil mengalahkannya itu dan akan berjuang lagi di Los Angeles 2028.
“Saya enggaj tahu mau ngomong apa lagi. Saya tadi sudah cepat, tapi lawan saya akui lebih cepat. Saya akan berjuang lagi di Los Angeles 2028,” katanya dikutip dari cuitan akun X @ainurohman.
Tidak hanya itu, masih dari sumber yang sama Rita juga menyampaikan ucapan terima kasihnya ke berbagai pihak.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, terima kasih atas dukungan dan doanya untuk tim panjat tebing Indonesia. Terus dukung kami, besok masih ada Bang Veddriq (Leonardo), semoga bisa naik ke podium tertinggu di Olimpiade,” ucapnya lagi.
Meskipun kalah, Rita tetap mendapatkan semangat dari masyarakat Indonesia terutama para penggembarnya. Tidak sedikit yang memuji dan mengakui perfomanya pada kompetisi kali ini.
“Kamu sudah berjuang luar biasa, Rita! Terima kasih atas semangatmu, kami selalu mendukungmu. #TeamIndonesia,*” cuit @im_harizz menyemangati.
Berbagai dukungan dan semangat lain juga dilayangkan oleh akun-akun lain. Hal ini telah menunjukan suportifitas yang baik dari masyarakat Indonesia atas perjuangan para atlet. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama