Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Manis Madu Kapal Nectar Pertamina Rp 518,5 Miliar

Dwi Setiyawan • Rabu, 14 Agustus 2024 | 16:29 WIB
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MIGAS: Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall menyerahkan buku berjudul Bergerak Bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MIGAS: Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall menyerahkan buku berjudul Bergerak Bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM.

RADARTUBAN - Bagian dari sejarah perminyakan di tanah air itu bernama Nectar. Nectar dimaksud bukanlah madu bunga. Namun, nama sebuah kapal tanker milik Pertamina yang menyelesaikan pengisian minyak pada Senin, 5 Agustus 2024 sekitar pukul 16.00.

Pengisian tersebut berlangsung dari kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang di perairan laut Palang, Tuban, Jawa Timur.

Pengisian tersebut menjadi istimewa karena tercatat sebagai pengapalan atau lifting ke-1.000 dari FSO Gagak Rimang. Jumlah kumulatif produksi minyak dari pengapalan ke-1.000 itu sangat fantastis; tembus 660 juta barel!

Tingginya angka pengapalan di FSO Gagak Rimang digambarkan Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall sebagai tingginya lalu lintas floating di Indonesia. ‘

’Ini momentum sukses dan istimewa berkat kerja para teknisi putra bangsa,’’ kata dia dalam sambutan Pengapalan FSO ke-1.000 dari Blok Cepu di Ballroom, Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (13/8) petang.

FSO Gagak Rimang menampung minyak dari lapangan Blok Cepu di Bojonegoro yang beroperasi sejak 12 April 2015 atau sekitar delapan tahun silam. 

Ketika berlangsung pengapalan ke-1000, Senin (5/8), lapangan minyak terbesar kedua di tanah air telah beroperasi selama lebih dari 3.400 hari. 

Diperkirakan, seminggu kapal tanker milik Pertamina yang mengisi di FSO Gagak Rimang mencapai 2-3 kali. Kapal kargo inilah yang kemudian mengirim ke kilang-kilang Pertamina untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia.

Carole Gall juga menyampaikan, pengapalan ke-1.000 merupakan bukti operasi Blok Cepu berkelas dunia dalam hal keselamatan. ‘’Ini dedikasi, komitmen operasional yang aman dan efisien,’’ ujarnya berbahas Indonesia yang disambut aplus seluruh undangan. 

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi memberikan apresiasi lifting ke-1.000. ‘’Ini kado persembahan hulu migas untuk negara kita yang memperingati kemerdekaan,’’ ujarnya dalam sambutannya mewakili Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadang Kusdiana mengatakan, kontribusi besar Blok Cepu dalam mencari terobosan ikut memberikan andil kemandirian migas di tanah air. 

Entah, mengapa kapal yang lifting ke-1.000 itu bernama Nectar. Kalaupun kebetulan, nama kapal tanker yang berarti madu bunga itu ikut memberikan manis madu bagi Kabupaten Tuban, tempat kapal FSO Gagak Rimang tersebut berada. Sekaligus lintasan sebagian pipa yang total panjangnya 95 kilometer dari Blok Cepu.

Manis madu itu adalah alokasi transfer dana bagi hasil (DBH) dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan sebesar Rp 518,5 miliar.(*)

 

I

Editor : Yudha Satria Aditama
#exxonmobil #kapal #Nectar #pertamina #FSO Gagak Rimang