Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sedang Belajar Sejarah G30S PKI? Berikut Istilah yang Harus Kamu Pahami Terlebih Dulu

Mohammad Mukarom • Selasa, 1 Oktober 2024 | 02:47 WIB
Patung figur di TMII yang menggambarkan kekejaman PKI.
Patung figur di TMII yang menggambarkan kekejaman PKI.

RADARTUBAN - Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal G30S PKI adalah salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Indonesia yang pecah pada tahun 1965.

Kamu perlu mengetahui istilah-istilah kunci untuk melihat gambaran utuh mengenai peristiwa G30S PKI dan dampaknya terhadap sejarah Indonesia.

Setiap istilah memiliki hubungan yang erat dengan kejadian, tokoh, atau kebijakan yang berperan penting dalam pembentukan dinamika politik dan sosial pada masa itu.

Setidaknya, ada 20 istilah penting yang akan sering kamu temui ketika mempelajari lebih jauh tentang sejarah G30S PKI, sebagai berikut:

1. Partai Komunis Indonesia (PKI)

PKI adalah partai politik berhaluan komunis yang berperan besar dalam percaturan politik Indonesia pada 1950-an hingga pertengahan 1960-an.

Sebagai partai terbesar keempat di dunia pada saat itu, PKI memiliki pengaruh signifikan dalam pemerintahan Soekarno, terutama dalam kebijakan-kebijakan anti-imperialisme dan nasionalisasi.

2. Gerakan 30 September (G30S)

G30S adalah kelompok yang mengorganisir penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal TNI pada malam 30 September 1965.

Peristiwa ini menjadi titik awal krisis politik besar di Indonesia, yang berakhir dengan kehancuran PKI dan perubahan rezim dari Orde Lama ke Orde Baru.

3. Dewan Revolusi

Setelah pembunuhan para jenderal, kelompok G30S mendeklarasikan pembentukan Dewan Revolusi untuk menggantikan pemerintah yang sah.

Dewan ini diklaim sebagai upaya untuk menyelamatkan revolusi Indonesia dari ancaman kontra-revolusioner, namun tidak pernah benar-benar berfungsi.

 

4. Angkatan Kelima

Angkatan Kelima adalah ide yang diusulkan oleh PKI untuk membentuk pasukan rakyat bersenjata, terdiri dari buruh dan petani. Usulan ini ditentang oleh militer karena dianggap mengancam stabilitas dan menambah kekuatan PKI secara signifikan.

5. Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)

Supersemar adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966, yang memberikan kewenangan kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah-langkah dalam menjaga keamanan negara.

Surat ini menjadi titik awal bagi Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan secara bertahap dari Soekarno.

6. Operasi Penumpasan G30S

Pasca terjadinya G30S, militer di bawah komando Soeharto melancarkan operasi untuk menumpas kelompok yang dianggap bertanggung jawab atas pemberontakan tersebut. Operasi ini berujung pada penangkapan dan pembunuhan massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya.

7. Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat)

Lekra adalah organisasi kebudayaan yang berafiliasi dengan PKI dan berperan penting dalam mempromosikan seni dan sastra yang sejalan dengan ideologi partai.

Lekra menekankan pentingnya seni sebagai alat perjuangan politik dan memiliki pengaruh besar pada dunia kebudayaan Indonesia pada masa itu.

8. Soekarnoisme

Soekarnoisme merujuk pada ideologi dan pandangan politik Presiden Soekarno, yang mencakup nasionalisme, sosialisme, dan anti-imperialisme.

Gagasan ini menjadi landasan kebijakan politik Indonesia selama Orde Lama, dan menjadi alasan bagi Soekarno untuk merangkul PKI sebagai bagian dari kekuatan politik negara.

9. Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme)

Nasakom adalah konsep yang diusung oleh Soekarno untuk menyatukan tiga kekuatan besar di Indonesia—nasionalisme, agama, dan komunisme—sebagai dasar persatuan nasional.

Nasakom menjadi dasar kebijakan politik Soekarno dalam menghadapi tantangan domestik dan internasional.

 

10. Politik Perimbangan Kekuatan

Untuk menjaga stabilitas politik, Soekarno menerapkan strategi perimbangan kekuatan antara militer, PKI, dan kelompok agama. Namun, ketegangan di antara ketiga kelompok ini semakin meningkat, terutama menjelang peristiwa G30S, yang akhirnya meledak menjadi krisis politik besar.

11. Dwikora (Dwi Komando Rakyat)

Dwikora adalah seruan Soekarno untuk meningkatkan kesiapan militer dan rakyat dalam menghadapi konfrontasi dengan Malaysia. PKI mendukung penuh kebijakan ini, dan usulan pembentukan Angkatan Kelima juga terkait dengan program Dwikora.

12. Jenderal Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah salah satu jenderal TNI yang diculik dan dibunuh dalam peristiwa G30S. Sebagai pemimpin Angkatan Darat yang menentang PKI, Yani menjadi salah satu target utama dalam aksi penculikan tersebut.

13. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh)

Gestapu adalah istilah yang sering digunakan oleh Orde Baru untuk menyebut G30S. Istilah ini dimaksudkan untuk memberikan kesan bahwa gerakan tersebut adalah upaya kudeta oleh PKI, sejalan dengan narasi resmi rezim Orde Baru.

14. Politbiro PKI

Politbiro adalah badan tertinggi dalam struktur organisasi PKI, yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis partai.

Keputusan-keputusan penting terkait G30S diduga diambil oleh para anggota politbiro ini.

15. Orde Lama

Orde Lama adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada era pemerintahan Soekarno sebelum berakhirnya kekuasaan pada 1966. Era ini ditandai oleh kebijakan anti-imperialisme, nasionalisasi, dan kerjasama erat dengan PKI.

16. Orde Baru

Orde Baru adalah rezim yang dibentuk setelah kejatuhan Soekarno, di bawah kepemimpinan Soeharto. Orde Baru berfokus pada stabilitas politik dan pembangunan ekonomi, serta menghapus pengaruh komunisme dari kehidupan politik dan sosial Indonesia.

17. Resimen Tjakrabirawa

Resimen Tjakrabirawa adalah pasukan pengawal presiden yang bertanggung jawab atas keamanan Soekarno. Beberapa anggotanya terlibat dalam penculikan jenderal-jenderal TNI pada malam G30S, yang menimbulkan spekulasi tentang peran Soekarno dalam peristiwa tersebut.

18. Politik Anti-Imperialisme

Soekarno dan PKI memiliki sikap anti-imperialisme yang kuat, menentang campur tangan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutunya. Sikap ini menjadi salah satu alasan mengapa PKI mendapatkan dukungan dari Soekarno.

19. Pembersihan Komunis

Setelah G30S, militer melancarkan kampanye besar-besaran untuk menumpas PKI dan para simpatisannya. Pembersihan ini melibatkan penangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap orang-orang yang diduga terlibat atau bersimpati pada komunisme.

20. Surat Kabar Harian Rakjat

Harian Rakjat adalah surat kabar milik PKI yang berfungsi sebagai alat propaganda partai. Media ini digunakan untuk menyebarkan ide-ide komunisme dan mendukung kebijakan pemerintah yang sejalan dengan pandangan PKI. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#g30s pki #gerakan 30 september #partai komunis indonesia