RADARTUBAN - Baru-baru ini, warga menemukan goa di Lamongan, Jawa Timur, menemukan sebuah goa saat sedang menggali sumur.
Penemuan ini terjadi di Dusun Sugihan, Desa Kalisari, Kecamatan Kalitengah.
Goa itu ditemukan saat menggali sumur di kedalaman sekitar 5 hingga 6 meter. Penemuan ini terjadi di rumah milik Supranoto.
Saat penggalian sumur, warga secara tak terduga menemukan lorong-lorong goa yang bercabang. Sumur tersebut awalnya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sutaji, salah satu penggali sumur di rumah Supranoto, mengatakan bahwa proses penggalian dimulai sejak Selasa (24/9).
Menurutnya, pada awalnya penggalian berlangsung normal tanpa ada tanda-tanda yang aneh. "Awalnya penggalian berjalan normal dan tidak ada apa-apa," ujar Sutaji kepada wartawan.
Setelah beberapa hari melakukan penggalian sumur, tepatnya pada Rabu (2/10), lubang goa mulai terlihat.
Saat itu, penggalian baru mencapai beberapa meter, namun lubang goa sudah mulai tampak. Sutaji, salah satu penggali, merasa penasaran dan memutuskan untuk memasuki lubang tersebut.
"Saya penasaran, jadi saya coba masuk. Ternyata di dalamnya cukup besar dan bisa dimasuki orang," ujar Sutaji.
Penemuan goa ini cukup mengejutkan, mengingat awalnya penggalian hanya ditujukan untuk membuat sumur guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari di rumah Supranoto.
Setelah memasuki goa, Sutaji segera keluar karena mencium bau kotoran yang sangat menyengat.
Dia memutuskan untuk keluar dari goa dan naik kembali ke permukaan melalui lubang sumur yang sudah digali. Setelah itu, Sutaji memberitahukan penemuan tersebut kepada Supranoto, pemilik sumur.
Kristian Zudha Prastia, anak pemilik sumur mencoba memasuki goa tersebut dengan didampingi penggali. "Iya, saya juga berusaha melihat ke dalam," kata Zudha.
Zudha mengungkapkan bahwa di dalam goa terdapat bagian yang cukup luas dan lega. Selain itu, lorong goa bercabang ke beberapa arah, termasuk utara, selatan, timur, dan barat.
Beberapa cabang lorong tersebut cukup besar sehingga Zudha bisa memasukinya. Temuan ini menambah daya tarik dari penemuan goa tersebut, karena lorong yang bercabang menandakan bahwa goa ini mungkin lebih luas dan dalam dari yang sebelumnya diperkirakan.
Meskipun Zudha berhasil memasuki beberapa cabang lorong di dalam goa, ia mengaku tidak mengetahui ujung dari lorong-lorong tersebut.
Dia merasa tidak berani melanjutkan eksplorasi lebih jauh karena khawatir akan keselamatan dan kondisi di dalam goa di Lamongan yang belum diketahui sepenuhnya. Lorong yang bercabang ke berbagai arah membuatnya ragu untuk terus menjelajah tanpa bantuan atau peralatan yang memadai.
Zudha juga mengaku bingung tentang bagaimana kawanan kelelawar yang ada di dalam goa bisa masuk dan bersarang di sana. "Banyak, mas, kelelawar yang ada di dalam goa itu," jelasnya.
Keberadaan kelelawar menambah misteri goa tersebut, mengingat hewan-hewan ini biasanya mencari tempat yang gelap dan jarang terganggu oleh manusia. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa goa tersebut mungkin sudah lama ada dan belum pernah dijamah sebelumnya.
Zudha mengungkapkan bahwa di belakang rumahnya terdapat lubang semacam yang ada di sumurnya, tetapi lubang tersebut sudah ditemukan sejak lama.
Dia mengatakan bahwa tidak ada informasi jelas mengenai apakah lubang tersebut tembus hingga ke goa yang ada di depan rumahnya.
Penemuan ini menimbulkan spekulasi di kalangan warga tentang kemungkinan adanya sistem goa atau saluran bawah tanah yang lebih luas di daerah tersebut, yang mungkin saling terhubung.
"Di rumah warga yang ada belakang rumah saya juga ada lubang seperti ini, tapi saya tidak tahu apakah lubang yang di sini tembus ke sana atau tidak," pungkasnya.
Hal ini menambah rasa penasaran mengenai kemungkinan adanya jaringan goa bawah tanah yang lebih luas di kawasan tersebut.
Goa tersebut memiliki lorong yang bercabang dan diduga cukup dalam. Masyarakat setempat awalnya tidak menyangka bahwa di bawah tanah tempat mereka menggali terdapat sebuah goa besar.
Sejauh ini, tim dari pihak terkait sudah melakukan survei awal untuk menilai kondisi dan potensi goa tersebut. Goa di Lamongan yang bercabang ini menarik perhatian masyarakat sekitar dan pihak berwenang, karena adanya kemungkinan penemuan arkeologis atau geologis penting di dalamnya.
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap lebih banyak tentang struktur dan sejarah goa tersebut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama