Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bahlil: Indonesia Akan Ekspor Prekursor Baterai untuk Tesla Bulan Depan

Daffa Maheswara Iswidono • Senin, 21 Oktober 2024 | 04:36 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

RADARTUBAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa Indonesia akan mulai mengekspor prekursor baterai untuk pabrikan kendaraan listrik Tesla pada bulan November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memastikan bahwa prekursor baterai yang akan dipasok ke Tesla berasal dari pabrik pengolahan nikel di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.

"Bahkan prekursor bulan depan sudah kita ekspor ke Amerika untuk memenuhi kebutuhan Tesla di Weda Bay," ujar Bahlil dalam temu media di kantornya pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Namun, Bahlil belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai volume ekspor prekursor ke Tesla. "Nanti kita umumkan dulu, kita resmikan dulu, baru kita umumkan," tambahnya.

Sebelumnya, saat menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil menyatakan bahwa Indonesia akan mulai menyuplai permintaan prekursor untuk Tesla pada 1 Januari 2025.

"Teman-teman dari Huayou sedang membangun pabrik prekursor di Maluku Utara untuk menyuplai permintaan Tesla. Jadi, ke depan, mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan mengirim material bahan baterai prekursor dari pabrik di Weda Bay," ungkap Bahlil dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan II 2024 yang disiarkan daring pada 29 Juli 2024.

Saat ini, bahan baku yang diproduksi di Indonesia telah mencapai tahap bahan setengah jadi, dengan nilai tambah sekitar 60-70%.

Di kesempatan lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengonfirmasi bahwa Tesla Inc tidak akan membangun pabrik di Indonesia tahun ini.

Menurut Luhut, keputusan tersebut diambil karena Elon Musk tengah menahan investasi untuk mendirikan pabrik baru di mana pun tahun ini.

"Kalau Tesla, saya pikir setelah satu tahun, tahun ini, mereka tidak akan membangun pabrik di manapun," kata Luhut usai acara di Hotel Ritz Carlton, 25 Juli 2024.

Namun, Luhut menyatakan bahwa pemerintah Indonesia belum menyerah untuk mengajak Musk berinvestasi di Tanah Air, terutama di bidang penghiliran nikel.

"Kita masih melihat peluang lain agar dia masuk, mungkin investasi di nikel kita," katanya.

Luhut juga menyebut bahwa Musk masih menunjukkan minat untuk berinvestasi di Indonesia, tetapi menganggap informasi tersebut terlalu dini untuk diumumkan kepada publik.

"Terlalu prematur untuk membahas ini. Nanti saya akan bertemu dia bulan depan. Kita lihat bagaimana, ketemu di West Coast," jelasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral #bahlil lahadalia #ekspor #baterai