Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Daerah Rawan Tuyul, Sebutan Warga Desa Di Jember yang Resah Hingga Pasang Banner

Mohamad Anas Ali Wafa • Jumat, 1 November 2024 | 14:35 WIB

 

Banner bertuliskan Daerah Rawan Tuyul yang dipasang di salah satu desa di Jember.
Banner bertuliskan Daerah Rawan Tuyul yang dipasang di salah satu desa di Jember.

RADARTUBAN – Warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memasang banner bertuliskan ‘Daerah Rawan Tuyul’ di beberapa lokasi.

Pemasangan ini diduga karena terdapat beberapa warga desa tersebut yang mengaku sering kehilangan sejumlah uang mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Menanggapi hal tersebut AKP Agus Yudi Kurniawan, Kapolsek Sukorambi mengatakan pihaknya sudah mengecek secara langsung di lapangan dan sudah menemui perangkat desa dan warga setempat.

“Memang ada beberapa warga yang merasa kehilangan uang,” kata AKP Agus Yudi Kurniawan, Kamis (31/10).

Namun menurutnya kehilangan uang yang dialami oleh beberapa warga desa tersebut belum bisa dipastikan karen tuyul seperti dugaan warga.

Oleh karena itu Agus menghimbau kepada warga agar tidak merasa resah karena informasi soal tuyul tersebut masih belum jelas.

Pihaknya juga meminta kepada para warga untuk mencopot banner himbauan terkait tuyul tersebut.

“Kami juga mengimbau masyarakat waspada, kalau punya uang dititipkan di bank,” tambah dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Camat Sukorambi, Asra Joyo Widono yang mengatakan kebeneran informasi mengenai tuyul tersebut tidak bisa dibuktikan.

Dia juga menyayangkan pemasangan banner tersebut, karena dapat berpotensi menyebabkan permusushan antar warga.

"Saya juga baru tahu tadi pagi berkaitan dengan adanya banner di Desa Dukuh Mencek yang menyampaikan kawasan ada tuyul. Hal itu kan kebenarannya sulit untuk dibuktikan, jadi harapan saya hal-hal yang demikian ini tidak boleh dilakukan sebenarnya oleh masyarakat yang nanti akhirnya akan berpotensi menjadi permusuhan,'' kata Asra.

"Karena ini bisa menjustifikasi. Ini siapa-siapanya kan sampai hari ini kan belum ada yang tahu,” lanjut Asra.

Dugaan mengenai adanya tuyul tersebut bermula ketika warga desa tersebut yang berinisial SL,43, mengaku uangnya sering hilang pada malam hari.

"Kadang kalau saya naruh (menyimpan) uang di lemari itu hilangnya nggak semua. Kalau nyimpan 500 ribu, yang hilang kadang cuma 100 ribu atau 200 ribu gitu. Kalau itu maling kan biasanya langsung di ambil semua, lah ini kan nggak," kata SL saat ditemui di rumahnya.


SL juga menambahi jika dirinya kehilangan uang tersebut sudah sejak dua minggu yang lalu, dan selalu terjadi di pukul 10 malam.

“Kalau hilangnya itu malam hari jam 10 gitu biasanya, ulahnya siapa lagi kalau bukan tuyul," jelasnya.


Dari peristiwa hilangnya uang secara tidak lazim tersebut, SL bersama beberapa warga lainya akhirnya sepakat untuk memasang banner peringatan tersebut.

"Kami ya pasang banner itu akhirnya. Ada sekitar 3 banner yang dipasang. Kalau untuk lapor polisi masih belum, tapi katanya kemarin Pak RT yang mau laporan," ungkapnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Kabupaten Jember #kecamatan sukorambi #daerah rawan tuyul