Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Masih Konsumen Otomotif dan Teknologi, Prabowo Tegaskan Harus Berubah!

Mohammad Mukarom • Minggu, 10 November 2024 | 22:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

RADARTUBAN – Indonesia tetap menjadi pasar utama bagi produk otomotif dan teknologi meskipun posisinya sebagai negara terbesar keempat di dunia dengan sumber daya alam melimpah.

Data terbaru menunjukkan Indonesia masih bergantung pada impor, baik untuk kendaraan maupun perangkat teknologi, sementara produsen luar negeri terus menguasai pasar domestik.

Pada 2022, Indonesia mencatatkan penjualan mobil terbesar di ASEAN dengan total 1.048.040 unit, menyumbang 30 persen dari total pasar mobil di kawasan tersebut. Meski demikian, masih jauh tertinggal dalam hal produksi.

Thailand, misalnya, memproduksi 1.883.515 unit kendaraan, hampir dua kali lipat dari Indonesia, dan berkontribusi 43 persen dari total produksi mobil ASEAN.

Di sektor teknologi, ketergantungan Indonesia terhadap barang impor juga tidak kalah mencolok. Sepanjang periode 2016–2021, mengimpor barang yang mencakup antara 7,70 persen hingga 9,43 persen dari total ekspor-impor, sementara ekspor TIK Indonesia hanya mencapai puncaknya di angka 3,3 persen.

Menanggapi kondisi ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk mengubah Indonesia menjadi negara produsen, bukan hanya konsumen.

"Saya tidak terima, bangsa kita yang diberkahi kekayaan luar biasa ini masih tidak bisa memproduksi mobil, motor, dan komputer sendiri," ujar Prabowo dalam rilis pers pada Sabtu (9/11).

Prabowo menegaskan bahwa sudah saatnya Indonesia mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri dan berfokus pada pengembangan industri dalam negeri.

"Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, memproduksi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan global," tegasnya.

Dengan data yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada impor, ia menekankan pentingnya langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju yang mampu memproduksi kendaraan dan teknologi berkualitas tinggi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#perangkat teknologi #otomotif #prabowo subianto #impor