RADARTUBAN - Musim hujan yang hadir di penghujung tahun sering kali membawa risiko kesehatan, terutama bagi ibu hamil (bumil). Dengan kekebalan tubuh yang lebih rentan, kehujanan bisa memicu berbagai masalah, dari penyakit ringan hingga komplikasi serius.
Mengutip klikdokter.com, penelitian menunjukkan kekebalan tubuh cenderung menurun selama musim hujan. Berkurangnya paparan sinar matahari turut mengurangi kadar vitamin D, yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Sistem imun yang menurun selama kehamilan membuat bumil lebih rentan terkena penyakit. Jika kehujanan, risiko ini bisa semakin meningkat dengan efek berbahaya bagi tubuh.
1. Terserang Common Cold
Kehujanan dapat menyebabkan bumil terkena common cold atau selesma, infeksi virus dengan gejala mirip flu seperti demam, pilek, dan batuk. Kondisi ini dapat melemahkan fisik dan mengganggu aktivitas.
2. Penurunan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh yang melemah karena kehujanan dapat memicu infeksi bakteri sekunder. Pengobatan pada bumil lebih kompleks karena keterbatasan penggunaan antibiotik, sehingga infeksi bisa menjadi ancaman serius.
3. Infeksi Bakteri Berbahaya
Infeksi bakteri, seperti infeksi vagina, dapat memengaruhi kehamilan secara langsung. Risiko pecahnya air ketuban dini dan kelahiran prematur meningkat jika infeksi tidak segera ditangani.
Menghadapi risiko tersebut, langkah pencegahan harus segera dilakukan setelah kehujanan. Beberapa hal yang wajib dilakukan adalah:
- Segera mengeringkan rambut dan mengganti pakaian basah.
- Mandi air hangat untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
- Mengonsumsi makanan hangat untuk memulihkan kondisi tubuh.
Selain itu, kunjungan rutin ke dokter selama musim hujan menjadi hal wajib. Dokter dapat memberikan vitamin dan saran pencegahan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, bumil tetap bisa menjaga kesehatan meski di tengah musim hujan. Jangan abaikan perlindungan ini untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama