Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Sederet Mitos Hujan yang Masih Dipercaya di Indonesia

Mohammad Mukarom • Sabtu, 23 November 2024 | 17:10 WIB
Mitos seputar hujan yang masih dipercaya di Indonesia.
Mitos seputar hujan yang masih dipercaya di Indonesia.

RADARTUBAN - Musim hujan tak hanya membawa kesejukan, tetapi juga memperkenalkan mitos-mitos yang telah berkembang di masyarakat Indonesia.

Mitos ini, meskipun sebagian besar tidak memiliki dasar ilmiah, masih dipercaya dan dilestarikan oleh banyak kalangan.

Berikut adalah beberapa mitos hujan yang hingga kini masih hidup dalam tradisi masyarakat.

1. Hujan Panas: Tanda Kuntilanak Sedang Melahirkan

Salah satu mitos yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa adalah hujan turun saat terik matahari, atau dikenal dengan nama “hujan wewe”. Konon, hujan panas terjadi karena kuntilanak sedang melahirkan.

Meskipun terdengar menyeramkan, secara ilmiah, fenomena ini diketahui sebagai hujan zenithal, yang terjadi ketika uap air di udara yang panas turun kembali sebagai hujan.

2. Membuka Payung di Dalam Ruangan: Bawa Kesialan?

Mitos yang tak kalah populer adalah larangan membuka payung di dalam ruangan. Banyak orang percaya bahwa tindakan ini bisa mendatangkan kesialan.

Namun sebenarnya, alasan di balik larangan ini lebih terkait dengan faktor keselamatan dan kenyamanan. Payung yang terbuka di dalam ruangan dapat merusak barang-barang di sekitar atau bahkan membahayakan orang yang ada di dalamnya.

3. Cabai dan Bawang untuk Menangkal Hujan

Pada beberapa acara, terutama yang digelar di luar ruangan, sering terlihat orang-orang yang menancapkan cabai dan bawang putih di lidi untuk mencegah turunnya hujan.

Akan tetapi ini hanya mitos yang tak memiliki bukti ilmiah. Jika acara tetap berlangsung lancar tanpa hujan, itu hanya kebetulan semata.

4. Hujan Saat Imlek: Tanda Keberuntungan

Masyarakat Tionghoa memiliki mitos unik tentang hujan yang turun saat perayaan Imlek. Mereka percaya bahwa hujan yang turun pada hari pertama tahun baru China akan membawa keberuntungan dan rezeki.

Untuk itu, mereka sering menyiapkan baskom berisi air garam yang diletakkan di halaman rumah, dengan harapan dapat memanggil hujan.

5. Sapi Berbaring: Tanda Hujan Akan Turun

Mitos yang satu ini berhubungan dengan perilaku sapi. Konon, jika sapi tiba-tiba berbaring, itu adalah tanda bahwa hujan akan segera turun.

Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa sapi cenderung berbaring ketika tubuhnya merasa kedinginan akibat perubahan suhu, yang biasanya terjadi menjelang hujan.

Mitos-mitos ini, meskipun tidak selalu didukung oleh bukti ilmiah, tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Masing-masing mitos mencerminkan cara orang dalam memahami fenomena alam di sekitar mereka. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#imlek #musim hujan #hujan panas