RADARTUBAN - Pada Rabu (27/11), Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak untuk memilih gubernur, bupati, dan wali kota.
Masyarakat di seluruh daerah bersiap menunaikan hak pilihnya dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Para calon pemimpin telah berlomba menyampaikan program dan janji politiknya jauh-jauh hari demi merebut hati masyarakat.
Namun, masyarakat berharap pemimpin yang terpilih nanti mampu membawa amanah, kejujuran, dan kesejahteraan bagi bangsa, sesuai nilai-nilai yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Di tengah antusiasme Pilkada, doa khusus dari ulama ternama, KH Abdul Qoyyum Mansur dari Lasem Rembang, dapat diamalkan sebelum mencoblos.
“Bacalah doa Allahumma khir lana sebanyak tiga kali sebelum mencoblos,” ujar Gus Qoyyum dalam sebuah ceramah, dikutip Selasa (26/11).
Menurutnya, doa tersebut memiliki keutamaan besar karena mampu menggerakkan hati untuk memilih pemimpin yang diridhai Allah.
Gus Qoyyum menegaskan bahwa membaca doa ini harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan tidak diintervensi apapun, termasuk politik uang.
“Jangan pikirkan soal dunia atau uang. Fokus meminta kepada Allah agar tangan kita digerakkan memilih yang terbaik untuk umat, bangsa, dan agama,” jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa doa ini dapat menjadi sarana bagi Allah untuk memberikan hidayah, bahkan jika awalnya seseorang ragu atau keliru dalam menentukan pilihan.
"InsyaAllah, dengan membaca doa ini, pilihan kita akan menjadi benar dan mendatangkan keberkahan,” kata ulama asal Kabupaten Rembang Jawa Tengah tersebut.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tidak hanya menjadi momen politik, tetapi juga refleksi spiritual bagi umat Islam.
Dengan doa dan ikhtiar bersama, masyarakat berharap pemimpin yang terpilih mampu menghadirkan perubahan nyata.
"Cukup tiga kali saja (doa disebutkan), lalu minta kepada Allah agar pilihan kita membawa kemaslahatan besar bagi negara dan bangsa,” tutupnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni