Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kabar Duka, Pelukis Tanpa Tangan Legendaris Ini Tutup Usia Saat Hari Disabilitas Nasional 2024

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 5 Desember 2024 | 01:44 WIB
Seniman lukis difabel Sadikin.
Seniman lukis difabel Sadikin.

RADARTUBAN - Kabar duka datang dari dunia seni. Seniman lukis difabel Sadikin Pard telah meninggal dunia menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024.

Sadikin dikenal luas karena karya-karyanya yang penuh inspirasi dan dedikasinya dalam memperjuangkan inklusivitas melalui seni. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas seni dan para pejuang hak disabilitas.

Pria asal Malang ini dikenal sebagai pelukis profesional yang tak hanya piawai menciptakan karya seni, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung inklusivitas. Pada 1 Desember 2024, almarhum turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Keterlibatannya menjadi bukti dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas melalui seni. Kepergiannya meninggalkan kenangan indah di hati banyak orang, terutama di kalangan komunitas seni

Sadikin, pelukis profesional asal Malang, meninggal dunia pada usia 58 tahun pada Senin, 2 Desember 2024, pukul 17.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kepergiannya menjadi kabar duka mendalam, terutama karena ia seharusnya merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada hari ini, 3 Desember 2024. Kehadirannya selama ini telah memberikan warna tersendiri dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas melalui seni, menjadikannya sosok yang sangat dirindukan oleh banyak orang.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, M. O. Royani, mengungkapkan bahwa Sadikin tiba-tiba jatuh saat berada di lobi hotel tempat ia dan peserta lain menginap.

Hotel tersebut merupakan fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Sosial untuk para peserta peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI). Lokasinya berada persis di depan venue acara, yakni Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Kejadian mendadak ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Sadikin baru saja berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan HDI.

Tim kesehatan dari Kementerian Sosial (Kemensos) langsung memberikan pertolongan pertama kepada Sadikin dan segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, takdir berkata lain. Sadikin mengembuskan napas terakhirnya pada Senin sore.

Setelah kejadian tersebut, Kemensos berkoordinasi dengan keluarga Sadikin, yaitu istrinya yang mendampinginya selama di Jakarta, dan anaknya yang berada di Malang. Hasil perundingan memutuskan

Banyak doa yang dipanjatkan warganet pasca peninggalan seniman tersebut, mereka mendoakan semoga karya dan semangat hidup beliau terus tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Hari Disabilitas Internasional 2024 #taman ismail marzuki #Sadikin Pard #seniman lukis difabel