RADARTUBAN - Netizen memprediksi kasus penganiayaan yang menjerat Lady Aurelia, mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Unsri, akan berbuntut panjang.
Bahkan publik mulai membandingkan peliknya permasalahan ini dengan kasus Mario Dandy, anak pejabat pajak yang berakhir sebagai tersangka KPK.
Sorotan kasus tersebut semakin tajam setelah khalayak menelisik harta kekayaan ayah Lady Aurelia yang dinilai tak wajar.
Ayah Lady yang menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana Jalan Dinas PUPR Kalimantan Barat, diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp 9 miliar.
Tak berhenti di situ, kecurigaan publik bertambah ketika beredar video mobil Pajero Sport putih yang digunakan Lady, keluar dari Polsek Ilir Timur II menggunakan pelat nomor palsu.
Dalam video yang viral, Lady Aurelia tampak kabur lewat pintu belakang kantor Polsek, didampingi seorang perempuan yang diduga adalah ibunya.
Mereka berlari menuju mobil Pajero Sport putih yang telah menunggu selama 30 menit sebelum pemeriksaan selesai.
Awak media yang menanti di lokasi sempat merekam mobilnya dengan nomor polisi BG 2022 BG.
Dari penelusuran warganet, nomor pelat tersebut ternyata terindentifikasi milik sepeda motor Yamaha Nmax tipe B6H A/T.
"Platnya punya motor Yamaha. As***," komentar akun X @TriesnaAlBakrie sambil melampirkan bukti penelusuran nomor kendaraan, baru-baru ini.
Unggahan videonya ramai di media sosial dan turut memancing kekesalan publik. Akun X @hatelovey bahkan me-mention akun Polda Sumsel untuk meminta klarifikasi mengenai pelat nomor tersebut.
Netizen lain juga menyoroti tindakan Lady Aurelia dan ibunya yang mengabaikan awak media dan langsung meninggalkan lokasi pemeriksaan.
"Diperiksa di polsek, tapi kok pakai nopol motor Yamaha? Semua sama di mata hukum atau hanya slogan?" tulis akun X @gngmulyana.
Sebagai informasi, sebelumnya terdapat video yang menunjukkan pemukulan terhadap Luthfi, dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, di sebuah kafe di Palembang, Rabu (11/12).
Peristiwa terjadi saat Luthfi berjumpa orang tua Lady, koas yang keberatan dengan jadwal piket di libur Natal dan Tahun Baru.
Pertemuan memanas setelah ibu Lady merasa disepelekan, hingga seorang pria, diduga sopir, melakukan pemukulan meski Luthfi tidak melawan dan pengunjung berusaha melerai.
Akibatnya, korban mengalami luka lebam di wajah dan dirawat di RS Bhayangkara.
Dalam kasus tersebut, publik menuntut keadilan bagi korban dan mendesak agar aparat berwenang menyelidiki lebih jauh soal penggunaan pelat palsu dan asal-usul kekayaan keluarga Lady Aurelia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni