Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harimau Jawa: Legenda yang Masih Mengintai di Balik Hutan Pulau Jawa?

Cicik Nur Latifah • Minggu, 5 Januari 2025 | 13:35 WIB
Potret Harimau Jawa
Potret Harimau Jawa

RADARTUBAN- Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) telah dinyatakan punah sejak 1980-an. Namun, kisah perjumpaan dengan satwa ini terus bermunculan dari berbagai wilayah di Jawa, meski tanpa bukti yang dapat diverifikasi.

Penampakan terakhir yang diakui secara ilmiah terjadi pada tahun 1976 di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.

Setelahnya, penelitian ekstensif dilakukan, termasuk ekspedisi dan pemasangan kamera jebakan di berbagai kawasan seperti Meru Betiri, Ujung Kulon, dan Alas Purwo.

Namun, bukti keberadaan harimau Jawa tetap nihil. Sebagian besar jejak atau rambut yang ditemukan ternyata berasal dari macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).

Masyarakat lokal tetap melaporkan perjumpaan dengan harimau di hutan-hutan terpencil seperti Pegunungan Kendeng, Gunung Wilis, hingga Sukabumi. Salah satu cerita menarik datang dari Kecamatan Sendang, lereng Gunung Wilis, tahun 2020. Warga mengaku melihat dua ekor harimau, meski tanpa bukti fisik yang mendukung.

Tahun 2019, seorang warga Sukabumi Selatan mengaku berpapasan dengan harimau saat malam hari. Rambut yang ditemukan di lokasi kemudian dianalisis DNA-nya. Hasilnya menunjukkan kemiripan dengan DNA harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense.

Meski demikian, temuan ini belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa harimau Jawa masih hidup.

Wirdateti, peneliti BRIN, menyebut bahwa secara genetik rambut tersebut identik dengan harimau Jawa. Namun, ia mengakui bukti foto atau video masih diperlukan untuk memastikan keberadaan satwa ini.

Senada dengan itu, Didik Raharyono, peneliti dan alumni Fakultas Biologi UGM, meyakini harimau Jawa masih eksis berdasarkan bukti jejak dan kesaksian masyarakat, meski tanpa bukti konkret.

Ekolog Sunarto menegaskan bahwa bukti ilmiah diperlukan untuk mengonfirmasi keberadaan spesies ini. Menurutnya, kepunahan harimau Jawa sulit dipastikan sepenuhnya tanpa survei intensif yang membutuhkan biaya besar.

Meski sulit dibuktikan, cerita perjumpaan dengan harimau Jawa terus memunculkan harapan akan keberadaan satwa ikonik ini.

Para peneliti dan aktivis terus berupaya mencari bukti dengan mengumpulkan data lapangan dan melibatkan masyarakat setempat.

Namun, hingga bukti ilmiah ditemukan, pertanyaan tentang keberadaan harimau Jawa tetap menjadi misteri, menyisakan bayangan tentang "penjaga hutan" yang masih menghuni belantara Pulau Jawa. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harimau jawa #harimau #satwa #punah