RADARTUBAN- Jumlah korban luka akibat kecelakaan trem di Strasbourg terus bertambah, dengan 68 orang dilaporkan terluka dalam insiden yang terjadi di dekat stasiun kereta api utama kota tersebut, pada Sabtu (13/1).
Menurut pihak berwenang, kecelakaan ini melibatkan dua trem yang bertabrakan setelah salah satu trem tiba-tiba bergerak mundur di terowongan dekat stasiun utama Strasbourg.
Trem yang bergerak itu semula berhenti karena kemacetan lalu lintas, namun mendadak meluncur ke arah stasiun dan bertabrakan dengan trem lain yang sedang berhenti.
Rekaman video yang diunggah di media sosial memperlihatkan dua trem yang rusak parah, bunyi alarm yang memekakkan telinga, serta penumpang yang berteriak panik.
"Trem itu melaju lagi dengan kecepatan penuh menuju stasiun," ujar salah satu penumpang, Romaric Koumba.
Dia menambahkan bahwa saat tabrakan terjadi, pintu-pintu trem terlepas akibat benturan keras. Sementara itu, Johan Kirschenbaum, saksi lain di lokasi mengatakan, masalah rem pada trem yang bergerak mundur kemungkinan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan.
Menurut Rene Cellier, direktur layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan Bas-Rhin, mayoritas korban mengalami cedera ringan hingga sedang, termasuk luka di kepala, patah tulang, dan terkilir.
“Ini bisa saja jauh lebih serius,” ujarnya.
Pihak kejaksaan Strasbourg telah membuka penyelidikan terkait insiden ini untuk menentukan penyebab pasti dan potensi tanggung jawab pidana.
Alexandre Chevrier, penjabat jaksa penuntut umum, menyatakan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi tindakan disengaja.
Lintas trem di sekitar stasiun utama Strasbourg dihentikan sementara untuk memastikan keamanan dan memperbaiki kerusakan.
Emmanuel Auneau, direktur perusahaan transportasi Strasbourg (CTS), menyebutkan bahwa kedua pengemudi trem selamat, meski mengalami shock berat.
Ahli transportasi Julien Joly menjelaskan bahwa kecelakaan trem merupakan kejadian langka, terlebih lagi di lokasi padat seperti terowongan dekat stasiun utama Strasbourg.
Meski demikian, dia menekankan bahwa trem tetap menjadi salah satu moda transportasi yang paling aman.
Ini bukan kali pertama Strasbourg mengalami kecelakaan trem di terowongan yang sama. Pada tahun 1998, dua trem bertabrakan, menyebabkan 17 orang terluka.
Sebagai kota besar pertama di Prancis yang kembali mengoperasikan trem pada tahun 1994, Strasbourg memiliki sejarah panjang dalam layanan transportasi publiknya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi keamanan transportasi untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni