RADARTUBAN - Memiliki bisnis atau perusahaan raksasa Indonesia adalah impian banyak orang untuk jalan menuju kesuksesan. Namun faktanya, tak sedikit bisnis yang bangkrut.
Salah satu media kesuksesan bisnis adalah perusahaan. Namun, tentunya terdapat banyak tantangan untuk dapat mempertahankan perusahaan tersebut.
Di Indonesia, pernah ada perusahaan-perusahaan besar yang sukses beroperasi pada zamannya. Namun, pada akhirnya perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.
Kemunduran maupun kebangkrutan suatu perusahaan tentu dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Simak daftar perusahaan berikut ini dan penyebab kebangkrutannya!
Daftar Perusahaan Raksasa yang Mengalami Kebangkrutan dan Penyebabnya
1. Nyonya Meneer
Perusahaan Nyonya Meneer adalah sebuah perusahaan jamu yang terkenal pada masanya, dan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada 2017.
2. 7 Eleven
Perusahaan ini menyajikan produk berupa makanan dan minuman yang terkenal di kalangan anak muda, khususnya di Jakarta sekitar tahun 2010-an lalu.
Namun, perusahaan ini juga tidak bertahan lama, karena pada 2017 lalu resmi dinyatakan pailit dan menutup seluruh gerai yang ada di Indonesia.
3. PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA)
Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1973 dengan produknya yang terkenal berupa teh celup.
Namun, pada 2018 lalu perusahaan ini telah dinyatakan pailit dengan total utang ke Bank ICBC mencapai sekitar Rp 316 miliar.
4. Kodak
Perusahaan ini adalah salah satu perintis industri di bidang fotografi yang didirikan pada tahun 1892. Namun, perusahaan ini telah dinyatakan pailit secara resmi pada 2012 lalu.
Penyebab 4 Perusahaan Besar Tersebut Bangkrut :
1. Tidak Mampu Membayar Utang
Ini dialami oleh PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dengan jumlah utang mencapai Rp 316 miliar di Bank ICBC. Selain itu, sejumlah perusahaan lain yang disebutkan juga mengalami hal serupa.
2. Perselisihan Internal Keluarga
Ini terjadi pada perusahaan Nyonya Meneer di mana terdapat perselisihan internal keluarga penerusnya.
3. Kurangnya Inovasi Produk
Di era yang terus berkembang, inovasi produk dapat menjadi salah satu pengaruh kemunduran suatu perusahaan. Jika perusahaan tidak melakukan inovasi pada produknya, maka minat konsumen juga akan berkurang.
4. Besarnya Biaya Operasional
Tidak hanya perusahaan besar, bahkan perusahaan kecil juga dapat mengalami hal ini. Dengan biaya operasional yang besar, sementara keuntungan yang didapatkan tidak sepadan dapat menyebabkan perusahaan mengalami kemunduran.
Tanpa biaya operasional yang cukup, maka proses di dalam perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama