RADARTUBAN- Ribuan penonton konser SEVENTEEN di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (8/2) malam menghadapi kesulitan dalam mendapatkan transportasi pulang.
Di tengah kepadatan dan minimnya akses transportasi umum, sejumlah pengemudi taksi online diduga menerapkan tarif yang jauh lebih tinggi dari biasanya.
Beberapa penumpang mengaku dikenai biaya hingga Rp 400.000 untuk perjalanan yang seharusnya lebih murah.
Keluhan terkait lonjakan tarif ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak penonton mengeluhkan sulitnya mendapatkan kendaraan.
Sementara yang berhasil mendapat taksi online justru harus membayar tarif tinggi akibat lonjakan harga berdasarkan algoritma permintaan tinggi atau dugaan aksi oknum pengemudi yang menetapkan tarif di luar ketentuan aplikasi.
Salah satu penonton, Esa, menyatakan bahwa ia dan temannya, Juli, mengalami kesulitan sejak berangkat menuju JIS.
Mereka sempat ditolak beberapa kali oleh pengemudi taksi online saat berusaha memesan kendaraan dari Mangga Besar ke lokasi konser. Setelah konser selesai, situasi semakin parah.
“Kami pesan taksi online, tarifnya normal di aplikasi sekitar Rp 60.000, tapi setelah dapat driver, mereka menghubungi lewat WhatsApp dan meminta bayaran Rp 400.000 jika mau dijemput,” ujar Esa.
Tidak hanya taksi online, layanan ojek online juga mengalami lonjakan harga. Beberapa penonton melaporkan bahwa tarif yang biasanya berkisar Rp 30.000 melonjak hingga Rp 100.000 lebih.
Namun, banyak penonton yang tetap memilih opsi ini karena sulitnya mendapatkan kendaraan lain.
Hingga berita ini ditulis, pihak penyedia layanan transportasi online belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan "getok" tarif ini.
Pihak penyelenggara konser pun belum merespons terkait minimnya akses transportasi yang dikeluhkan banyak penonton.
Para penonton berharap ada evaluasi terhadap sistem transportasi di sekitar JIS untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, terutama dalam acara berskala besar.
Beberapa warganet juga menyarankan agar ada shuttle bus resmi atau kerja sama dengan penyedia transportasi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di lokasi acara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni