Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PT Sanken akan Berhenti Beroperasi Pada Juni 2025, Berikut Sejarah serta Pemilik Perusahaan

Nadia Nafifin • Jumat, 21 Februari 2025 | 03:04 WIB
PT Sanken akan berhenti beroperasi pada Juni 2025
PT Sanken akan berhenti beroperasi pada Juni 2025

RADARTUBAN - Perusahaan elektronik dan peralatan rumah tangga, PT Sanken, berencana menghentikan operasional pabriknya di Cikarang pada Juni 2025.

Kabar mengenai penutupan pabrik Sanken ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta.

Menurut Setia, PT Sanken mengajukan informasi terkait penutupan tersebut melalui sistem online single submission (OSS).

"Di OSS itu Juni 2025," katanya, diberitakan, Kamis (20/2).

Setia menjelaskan bahwa pabrik Sanken yang berlokasi di kawasan MM2100, Cikarang, merupakan bagian dari investasi penanaman modal asing (PMA). Penutupan pabrik ini terjadi akibat penurunan tingkat produksi.

Selain itu, induk perusahaan di Jepang memutuskan untuk menghentikan lini produksi di Indonesia dengan tujuan memindahkan basis produksinya ke Jepang dan beralih ke sektor semikonduktor.

Lalu, siapa sebenarnya pemilik Sanken dan bagaimana sejarahnya di Indonesia?

Sanken adalah perusahaan elektronik rumah tangga asal Jepang yang beroperasi di bawah nama Sanken Electric

Berdasarkan informasi dari laman resminya, perusahaan ini bermula dari pendirian Laboratorium Riset Industri Toho di Jepang pada Oktober 1937, yang awalnya berfokus pada pengembangan penyearah selenium.

Namun, setelah Perang Dunia II berakhir, laboratorium tersebut dibubarkan.

Tetsuji Kotani, yang saat itu menjabat sebagai kepala laboratorium, kemudian mengambil alih fasilitas serta teknisinya untuk mendirikan Toho Sanken Electric Co., Ltd. pada 5 September 1946 di Saitama, Jepang.

Pada Juni 1962, perusahaan ini resmi berganti nama menjadi Sanken Electric Co., Ltd., yang tetap digunakan hingga sekarang. Sejak saat itu, Sanken terus berkembang dengan mendirikan pabrik dan cabang di berbagai wilayah Jepang serta memperluas bisnisnya secara global.

Ekspansi internasionalnya dimulai dengan pendirian Korea Sanken Co., Ltd. pada 1972, disusul Sanken Electric Hong Kong Co., Ltd. pada 1988, serta Sanken Electric Singapore Pte. Ltd. dan Allegro MicroSystems, Inc. di Amerika Serikat pada 1990.

Sanken kemudian memperluas operasinya ke Indonesia dengan mendirikan PT Sanken Indonesia pada tahun 1997. Selain itu, perusahaan ini juga membangun anak perusahaan di berbagai negara, termasuk Taiwan, Shanghai, Shenzhen, Amerika Serikat, Amerika Utara, Jepang, dan Malaysia.

Perusahaan induk Sanken Electric Co., Ltd. saat ini berkantor pusat di Kitano, Niiza, Saitama, Jepang. Posisi Presiden dan Direktur Perwakilan saat ini dijabat oleh Hiroshi Takahashi.

Sanken tercatat memiliki modal sebesar 20,896 miliar yen atau sekitar Rp 2,257 triliun. Selain itu, perusahaan ini secara reguler menerbitkan sebanyak 25.098.060 saham.

Sejarah Sanken di Indonesia

PT Sanken Indonesia berlokasi di Kawasan Industri MM 2100 Block GG-8, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Di pabrik Cikarang, anak perusahaan Sanken Electric ini memproduksi berbagai perangkat elektronik, seperti transformator, UPS, dan power supply.

Sejak tahun 1999, PT Sanken Indonesia telah menerapkan sistem Manajemen Mutu dan Lingkungan sesuai standar ISO 9001 & ISO 14001. Mayoritas produk yang dihasilkan diekspor ke berbagai perusahaan luar negeri, sementara beberapa bahan baku diimpor dari kawasan Asia.

Sayangnya, pabrik Sanken di Cikarang harus ditutup akibat penurunan volume produksi sejak 2023-2024. Bahkan, pada tahun 2024, tingkat pemanfaatan (utilisasi) pabrik ini hanya mencapai 14 persen

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#perusahaan #peralatan rumah tangga #PT Sanken #perusahaan elektronik #berhenti #cikarang #sejarah #operasional