RADARTUBAN - Kasus penyekapan disertai perampasan uang menimpa seorang warga negara asal Iran di Bali.
Dia ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan tubuh lemas di pinggir jalan Ketewel, Gianyar, setelah diduga dibuang oleh dua rekannya sendiri.
Kapolres Gianyar, AKBP Umar menjelaskan, warga setempat yang menemukan korban tersebut awalnya enggan mendekati karena takut.
“Korban ditemukan dalam kondisi pingsan, sementara warga hanya mengamati dari jauh karena pelaku berpostur besar,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Selasa (25/2).
Pelaku, yang menggunakan mobil Avanza putih berpelat B, langsung kabur setelah membuang korban.
Polisi pun menerima laporan dan segera mengamankan lokasi serta meminta keterangan korban seusai siuman.
Penyelidikan polisi membuahkan hasil dengan ditemukannya kendaraan pelaku yang ditinggalkan di semak-semak wilayah Sanur.
"Mobil yang mereka sewa ini menjadi petunjuk utama yang mengarah ke identitas pelaku," jelas Umar.Baca Juga: Heboh! WNA Asal Israel Mengklaim Bawa Bom di Bali dan Gelapkan Rp 306 Juta
Tim kepolisian bekerja sama dengan Imigrasi untuk mencegah pelaku kabur. Upaya polisi sukses saat kedua tersangka ditangkap di Bandara Internasional Ngurah Rai, tepat sebelum terbang ke Malaysia pada 16 Februari lalu.
Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa handphone, laptop, dan uang tunai Rp 70 juta yang telah ditukar ke pecahan dolar.
"Kami juga mengecek ke money changer dan memang ditemukan adanya transaksi dalam jumlah besar," tambahnya.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa korban dan pelaku saling mengenal di negara asal mereka.
Informasinya, konflik dipicu urusan keluarga pelaku yang ditahan oleh Imigrasi, yang membuat mereka menuntut uang kepada korban.
Kini, kedua pelaku telah ditahan bersama barang bukti berupa mobil, uang tunai, serta barang hasil rampasan.
Dalam konferensi pers, mereka tampak saling tatap dan lebih banyak menundukkan kepala dengan masker hitam menutupi wajah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni