RADARTUBAN- Musisi sekaligus penulis Fiersa Besari diketahui termasuk dalam rombongan pendaki yang mengalami tragedi di Puncak Carstensz, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam insiden tersebut, dua pendaki wanita, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, meninggal dunia akibat hipotermia.
Data dari Kantor SAR Timika menunjukkan bahwa rombongan ini berjumlah 10 orang, terdiri dari 7 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 warga negara asing (WNA). Selain itu, ada lima guide yang turut serta dalam ekspedisi ini.
Daftar Pendaki:
1. Fiersa Besari
2. Indira Alaika (Evakuasi TMK)
3. Furki
4. Elsa Laksono (Meninggal, Evakuasi TMK)
5. Lilie Wijayanti Poegiono (Meninggal, Evakuasi TMK)
6. Saroni (Evakuasi TMK)
7. Ludy Hadiyanto
8. WNA Turki
9. WNA Turki
10. WNA Rusia
Daftar Guide Pendakian:
1. Nurhuda
2. Alvin Perdana
3. Arlen Kolinug
4. Jeni Dainga
5. Ruslan (Evakuasi TMK)
Berdasarkan laporan jurnalis Andreas Harsono, Lilie dan Elsa bersama rombongan berangkat menuju Puncak Carstensz menggunakan helikopter hingga Lembah Kuning, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Mereka berhasil mencapai puncak pada Kamis (27/2)
Namun, saat perjalanan turun yang memakan waktu dua hari, Lilie dan Elsa mengalami hipotermia di Lembah Kuning dan tidak dapat bertahan.
Jenazah Elsa telah dievakuasi ke Timika, sementara jenazah Lilie masih dalam proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna, memastikan bahwa Fiersa Besari dan pendaki lainnya yang selamat saat ini berada di Lembah Kuning dalam kondisi baik.
"Sementara dalam keadaan baik, sementara di Lembah Kuning," ujar Wayan.
Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pendaki dalam ekspedisi ekstrem seperti Puncak Carstensz.
Meski Fiersa Besari dan beberapa pendaki selamat, duka mendalam menyelimuti dunia pendakian Indonesia atas kehilangan dua sosok wanita inspiratif ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni