RADARTUBAN - Sebanyak 50 ribu ekor anak ayam mati terpanggang dalam kebakaran hebat yang melanda sebuah kandang ayam di Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (7/4) dini hari.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB saat api tiba-tiba membesar dan melalap habis bangunan kandang.
Warga sekitar yang mengetahui kebakaran itu langsung melaporkannya ke petugas terkait. Ketika ditemukan, kobaran api sudah membakar hampir seluruh bangunan kandang.
Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan empat unit mobil damkar dari wilayah kabupaten dan kota.
"Material bangunan yang mudah terbakar mempercepat api menjalar sehingga butuh waktu lama untuk mengatasinya," ujar Sukamto.
Api akhirnya berhasil dipadamkan mendekati waktu fajar setelah petugas berjibaku selama lebih dari lima jam.
Area kandang seluas 4.000 meter persegi itu pun tak tersisa, seluruh bangunan habis dilalap si jago merah.
Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren, menuturkan bahwa kandang ayam yang terbakar berdiri memanjang dengan lebar delapan meter di tengah area persawahan. Letaknya yang cukup jauh dari permukiman membuat api tidak sampai menjalar ke rumah-rumah warga.
"Alhamdulillah tidak sampai ke permukiman karena kandangnya berada di tengah sawah," ungkap Sukaren.
Dia menambahkan, kandang tersebut diketahui milik seseorang asal Malang, yang menyewa lahan warga sekitar dan memperkerjakan seorang penjaga.
Menurut keterangan penjaga kandang, sekitar 50 ribu ekor anak ayam yang ada di dalamnya hangus.
Terkait kerugian materiil, Sukaren memperkirakan jumlahnya mencapai belasan juta rupiah, meski belum ada data resmi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh alat penghangat di dalam kandang.
"Tungku briket kemungkinan tertiup angin hingga bara apinya menyambar dinding bambu dan menyebabkan kebakaran besar," pungkas Sukaren. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama