Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengapa Bus AKAP Tidak Mematikan Mesin saat Berhenti di Rest Area? Ini Penjelasan Teknisnya

Nadia Nafifin • Kamis, 17 April 2025 | 22:08 WIB
Penyebab mesin bus AKAP tidak dimatikan di rest area
Penyebab mesin bus AKAP tidak dimatikan di rest area

RADARTUBAN - Bus menjadi pilihan transportasi favorit bagi banyak orang saat mudik. Namun, jangan terkejut jika mesin bus tidak dimatikan saat berhenti di rest area.

Selama perjalanan, bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) biasanya berhenti di rest area untuk memberi kesempatan penumpang beristirahat, buang air kecil atau besar, serta menikmati makanan yang disediakan oleh Perusahaan Otobus (PO).

Uniknya, mesin bus sengaja tidak dimatikan ketika berhenti di rest area. Apa alasan di balik kebiasaan ini?

Ternyata, ada alasan teknis di balik kebiasaan bus AKAP yang tidak mematikan mesin saat berhenti di rest area.

Menurut akun Instagram Putera Mulya Sejahtera Official, mesin diesel bus saat ini dilengkapi dengan turbo yang sangat sensitif jika terlalu sering dimatikan dan dihidupkan.

Oleh karena itu, sopir bus memilih untuk membiarkan mesin tetap menyala saat berhenti di rest area. Mesin bus akan terus beroperasi sejak keberangkatan hingga penumpang sampai di tujuan.

Selain itu, mesin diesel membutuhkan kompresi yang padat dan suhu yang panas agar bisa bekerja dengan efisien, berbeda dengan mesin berbahan bakar bensin.

Jika mesin tidak mendapatkan pemanasan yang merata dan sirkulasi udara yang baik, hal itu dapat mempengaruhi kinerja turbo mesin diesel.

Baca Juga: Bus Rajawali Indah yang Tabrak Rombongan Pengiring Umrah Belum Berkunjung ke Keluarga Korban

Mengutip catatan dari detikOto, Kamis (27/4), PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) turut mendukung alasan teknis terkait mesin diesel yang tetap hidup saat bus berhenti di rest area.

Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Pertama, mesin diesel memerlukan proses khusus saat dinyalakan dan dimatikan. Saat menyalakan mesin, jangan langsung menginjak gas.

Mesin harus dibiarkan dalam kondisi idle (langsam) selama sekitar 2-3 menit. Begitu juga saat akan mematikan mesin, pastikan untuk membiarkannya idle selama 5 menit terlebih dahulu agar turbo dapat terlumasi dengan baik dan tidak cepat rusak.

Kedua, mesin diesel memerlukan suhu kerja tertentu untuk beroperasi optimal. Oleh karena itu, mesin bus perlu dipanaskan sebelum digunakan.

Ketiga, mesin bus tetap harus menyala saat berhenti, terutama di rest area, karena bus memerlukan tenaga listrik untuk menjalankan sistem AC dan berbagai alat elektronik lainnya.

Selain alasan teknis terkait mesin diesel, ada faktor kenyamanan penumpang yang juga menjadi pertimbangan penting.

Penumpang yang tetap berada di dalam kabin selama bus berhenti di rest area tentu membutuhkan sistem pendingin yang tetap berfungsi.

Di daerah tropis, mendinginkan kabin bus memerlukan waktu sekitar 15-20 menit, sehingga mesin harus tetap menyala untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman.

Jadi, keputusan untuk tidak mematikan mesin saat bus berhenti di rest area bukan hanya untuk mempertahankan kinerja mesin turbo diesel, tetapi juga untuk memastikan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Mesin tetap berjalan agar suhu kabin tetap terjaga, dan turbo tetap bekerja optimal tanpa gangguan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#rest area #bus akap #berhenti #transportasi #tidak dimatikan