Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Misi Menlu Sugiono di AS: Bongkar Tarif Trump, Buka Jalan Baru Hubungan Dagang & Imigrasi!

Mohammad Mukarom • Jumat, 18 April 2025 | 00:06 WIB
Menlu Indonesia bertemu dengan Menlu AS
Menlu Indonesia bertemu dengan Menlu AS

RADARTUBAN - Langkah berani ditempuh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dengan melakukan kunjungan resmi ke Washington, Amerika Serikat pada Rabu, (16/4) kemarin.

Dia bertemu langsung dengan Menlu AS Marco Rubio untuk membahas sejumlah isu strategis, salah satunya adalah tarif dagang resiprokal yang menuai perhatian publik.

Pertemuan tersebut menjadi titik awal negosiasi Indonesia terhadap kebijakan tarif impor 10 persen yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Upaya ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak tinggal diam terhadap kebijakan sepihak yang dinilai merugikan.

Juru Bicara Menlu AS, Tammy Bruce, menyatakan bahwa Rubio menyambut baik komitmen Indonesia dalam menjalankan reformasi ekonomi.

Bruce juga menegaskan bahwa kedua Menlu sepakat untuk memperkuat perdagangan yang lebih adil dan seimbang ke depannya.

Tak hanya isu ekonomi, kerja sama di bidang imigrasi juga menjadi bahasan serius dalam pertemuan tersebut. Menteri Rubio menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam membantu proses pemulangan warga deportasi asal Indonesia.

Pemerintah Indonesia telah merespons cepat kebijakan imigrasi AS yang baru-baru ini menimbulkan keresahan.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Judha Nugraha menyebutkan, dua warga negara Indonesia telah ditahan aparat imigrasi di awal tahun ini.

Salah satu WNI berinisial TRN ditangkap pada 29 Januari 2025 di Atlanta, sementara WNI lain berinisial BK ditahan di New York sehari sebelumnya saat melapor ke kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

KJRI Houston telah melakukan pendampingan hukum bagi TRN, dan konferensi imigrasi pada 10 Februari 2025.

Judha menambahkan, sejak kebijakan imigrasi baru diberlakukan, Kementerian Luar Negeri telah mengoordinasikan langkah antisipatif bersama enam KJRI di wilayah Amerika Serikat.

Komunikasi virtual intens dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI terdampak.

Selain membahas tarif dan imigrasi, Rubio dan Sugiono juga menekankan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Keduanya menyoroti peran krusial kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kerja sama keamanan turut disorot dalam diskusi tersebut, terutama dalam konteks menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan sesuai hukum internasional.

Bruce menyebut, pembahasan ini mencerminkan komitmen kedua negara terhadap tatanan global berbasis aturan.

Di luar isu kawasan, Rubio juga menegaskan pentingnya melanjutkan tekanan terhadap Iran.

AS berharap aliran dana yang digunakan Iran untuk pengembangan rudal balistik dan aksi destabilisasi dapat dibatasi melalui kampanye global.

Pertemuan dua Menlu ini dianggap sebagai tonggak penting untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara. (*)

“Kedua Menteri sepakat untuk terus mengembangkan kerja sama bilateral demi kepentingan bersama,” pungkas Bruce.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tarif impor #menlu as #suginono #Amerika Serikat #Marco Rubio #menteri luar negeri