Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jejak Komet 1861 Muncul Lagi, Begini Penjelasan Ilmiah di Balik Hujan Meteor Lyrid

Mohammad Mukarom • Minggu, 20 April 2025 | 16:18 WIB
Fenomena hujan meteor Lyrid yang puncaknya diperkirakan terjadi pada 21-22 April 2025.
Fenomena hujan meteor Lyrid yang puncaknya diperkirakan terjadi pada 21-22 April 2025.

RADARTUBAN - Langit malam bumi kembali akan dihiasi oleh fenomena yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, hujan meteor Lyrid, yang akan mencapai puncaknya pada tanggal 21-22 April 2025.

Fenomena ini berasal dari serpihan Komet Thatcher yang pertama kali ditemukan oleh AE Thatcher pada tahun 1861.

Setiap kali bumi melintasi jalur orbit komet tersebut, sisa-sisa materialnya terbakar di atmosfer dan menghasilkan cahaya seperti bintang jatuh.

Meteor-meteor Lyrid akan tampak melintasi langit dengan kecepatan tinggi dan tanpa memerlukan alat bantu apa pun untuk menyaksikannya.

Asalkan langit malam itu cerah dan lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya.

“Hujan meteor ini sulit terlihat dari tengah kota besar seperti Manhattan atau taman yang masih terkena cahaya lampu,” ujar Kepala Meteorid Environments Office NASA, Bill Cooke, dikutip Sabtu (19/4).

Cooke juga menjelaskan bahwa adaptasi mata terhadap kegelapan selama 30 hingga 45 menit penting dilakukan, sebelum mulai mengamati.

Dengan begitu, mata akan lebih sensitif terhadap cahaya meteor yang melintas.

Hujan meteor Lyrid berlangsung setiap tahun, sekitar minggu ketiga bulan April. Dan tahun ini, diperkirakan berakhir pada 25 April.

Meski intensitasnya menurun setelah puncak, beberapa meteor tetap bisa terlihat di hari-hari berikutnya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Lyrid sudah diamati sejak tahun 687 SM, menjadikannya salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat manusia.

Keberadaan ini memperkuat nilai ilmiah dan historisnya sebagai fenomena langit yang konsisten dari tahun ke tahun.

Setelah Lyrid, langit malam juga akan kedatangan hujan meteor Eta Aquariids yang muncul hingga 28 Mei 2025.

Menurut American Meteor Society, puncaknya diprediksi terjadi pada tanggal 5 hingga 6 Mei mendatang.

Dengan begitu, April dan Mei menjadi bulan emas bagi para pengamat langit dan pecinta astronomi.

Kedua hujan meteor tersebut adalah bagian dari peristiwa alam yang memberi kesempatan langka untuk menyaksikan sains terjadi di atas kepala. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Komet #bumi #hujan meteor #lyrid #fenomena