RADARTUBAN - Dunia musik Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya Ricky Siahaan, gitaris band metal Seringai, saat tengah menjalani tur konser di Jepang.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh sahabatnya, Soleh Solihun, melalui akun X (Twitter) pada Sabtu malam, (19/4).
"Selamat jalan @RickySiahaan semoga kamu diterima di sisi Tuhan," tulis Soleh Sholihun.
Ricky Siahaan meninggal dunia setelah menyelesaikan penampilan keempatnya dalam rangkaian tur bertajuk Seringai Signature Time Wolves of East Asia Tour 2025 yang berlangsung selama 11 hari di beberapa kota Asia Timur, termasuk Tokyo dan Shinjuku, Jepang.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Ricky mengalami serangan jantung dan kolaps usai manggung di Gekiko Festival, Tokyo, Jepang.
Selain dikenal sebagai gitaris Seringai, Ricky juga merupakan sosok serbabisa di dunia musik Tanah Air.
Dia pernah menjadi gitaris dan pendiri band hardcore Stepforward pada akhir 1990-an dan aktif sebagai produser radio di MTV on Sky (kemudian Trax FM).
Ricky juga sempat bergabung sebagai editor di majalah Rolling Stone Indonesia, memberikan kontribusi besar dalam mempromosikan musik independen di Indonesia.
Kabar meninggalnya Ricky langsung mendapat respons dari banyak musisi dan penggemar.
Ucapan belasungkawa mengalir dari rekan-rekan musisi seperti Danilla Riyadi, Eno Netral, dan Iga Massardi yang mengenang kebaikan dan dedikasi Ricky dalam dunia musik.
Akun Instagram resmi penggemar Seringai, Serigala Militia, juga mengunggah pesan perpisahan.
"Rest in power @RickySiahaan," tulis akun tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen atau anggota band Seringai mengenai detail lebih lanjut terkait meninggalnya Ricky Siahaan.
Jenazah Ricky direncanakan akan dibawa kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.
Kehilangan Ricky Siahaan menjadi pukulan berat bagi skena musik metal dan hardcore Indonesia, mengingat peran pentingnya selama lebih dari dua dekade sebagai musisi, produser, dan penggerak komunitas musik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama