RADARTUBAN - Patung Presiden Joko Widodo setinggi 6 meter dengan pondasi 1,5 meter kini menjadi landmark baru di Liang Melas Datas (LMD), Desa Kuta Mbelin, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Patung yang dinamai "Juma Jokowi" ini melambangkan rasa syukur masyarakat atas perbaikan jalan sepanjang sekitar 37 kilometer yang menjadi akses vital di wilayah tersebut.
Pembangunan patung ini menelan biaya sekitar Rp 2,5 miliar yang berasal dari iuran masyarakat enam desa dan tiga dusun di kawasan tersebut.
Serta dukungan dari Gubernur Sumatera Utara sekaligus menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.
Kepala Madrasah setempat, Supadi, menjadi tokoh kunci dalam proses pembuatan patung selama tiga bulan, meskipun bukan seniman profesional.
Desain patung ini unik karena tidak memiliki kaki utuh, melainkan berbentuk suluh yang melambangkan semangat bergerak dan mengobarkan semangat masyarakat. Tangan kanan patung terangkat seolah melambaikan tangan, sementara badan patung tampak seperti jalinan.
Simbolisme ini mengingatkan pada tradisi lokal dan kisah warga yang mengantarkan tiga ton jeruk sebagai oleh-oleh kepada Presiden Jokowi sebagai bentuk permohonan perbaikan jalan.
Monumen ini bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi bagi warga untuk terus bersemangat dalam aktivitasnya.
Acara peresmian patung yang dijadwalkan pada 16 Mei 2025 dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi secara virtual, menegaskan hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Meski mendapat apresiasi dari sebagian warga, pembangunan patung ini juga menimbulkan pro dan kontra di media sosial terkait besaran dana yang digunakan dan makna politis di baliknya.
Namun, patung ini tetap menjadi bukti kekuatan gotong-royong dan apresiasi masyarakat Karo terhadap pembangunan infrastruktur yang telah membawa perubahan signifikan bagi kehidupan mereka. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama