Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kemenag Kanwil Surabaya: Temuan Barang Terlarang di Koper Jemaah Haji Surabaya 2025 Menurun

Bihan Mokodompit • Selasa, 20 Mei 2025 | 16:05 WIB
Plh. Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo.
Plh. Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo.

 

RADARTUBAN - Jumlah temuan barang terlarang dalam koper jemaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Plh Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, yang mengapresiasi langkah pencegahan yang dilakukan di tingkat daerah.

Instruksi Pembongkaran Koper Jadi Kunci Penurunan

Sugiyo menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Kantor Kementerian Agama di seluruh wilayah untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap koper jemaah sebelum dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Langkah ini bertujuan untuk menyaring barang-barang yang melanggar ketentuan penerbangan internasional sebelum sampai di embarkasi, sehingga mengurangi penumpukan barang temuan di tingkat akhir.

"Dengan pemeriksaan di daerah, kami berhasil menekan jumlah temuan barang terlarang. Jemaah yang membawa powerbank berkapasitas besar atau rokok melebihi batas dua slop bisa langsung diminta untuk mengatur ulang barang bawaannya," ujar Sugiyo.

Barang Terlarang Masih Ditemukan: Rokok dan Powerbank Dominasi Temuan

Meski terjadi penurunan, sejumlah barang terlarang masih ditemukan dalam pemeriksaan akhir di Asrama Haji Surabaya.

Rokok dengan jumlah melebihi batas dua slop (200 batang) serta powerbank berkapasitas di atas 20.000 mAh menjadi dua item paling umum yang diamankan petugas.

Powerbank diperbolehkan dalam tas kabin dengan kapasitas maksimal 20.000 mAh, tetapi dilarang dalam koper bagasi.

Untuk benda tajam seperti gunting, pisau, atau silet, petugas memberikan toleransi jika ditemukan dalam koper bagasi.

Namun, jika ditemukan di tas kabin, benda-benda tersebut akan langsung disita.

Koordinasi Efektif dan Kesadaran Jemaah Tingkatkan Efisiensi

Keberhasilan penurunan temuan barang terlarang tidak lepas dari koordinasi lintas lembaga dan peningkatan kesadaran jemaah haji.

Sugiyo menekankan bahwa pemeriksaan awal di daerah telah membuat proses keberangkatan jemaah menjadi lebih lancar dan sesuai regulasi internasional.

Langkah ini juga mengurangi risiko keterlambatan penerbangan akibat pemeriksaan mendadak di embarkasi.

Pihak PPIH Embarkasi Surabaya terus mengimbau jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan, terutama terkait cairan, aerosol, dan gel (LAG) yang diperbolehkan maksimal 100 ml per wadah dan harus dikemas dalam kantong transparan 1 liter.

Penyitaan cairan melebihi ketentuan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan penerbangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jemaah haji #ppih #barang terlarang #embarkasi surabaya #koper