Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pepeng Buka Paksa Pintu Gerbang TITD Kwan Sing Bio Tuban yang 3 Hari Digembok: Saya Bertanggung Jawab

Dwi Setiyawan • Rabu, 11 Juni 2025 | 19:03 WIB

Pepeng Putra Wirawan (kanan) memerintahkan para pekerjanya untuk memotong gembok gerbang  TITD Kwan Sing Bio Tuban, Rabu (11/6) pagi.
Pepeng Putra Wirawan (kanan) memerintahkan para pekerjanya untuk memotong gembok gerbang TITD Kwan Sing Bio Tuban, Rabu (11/6) pagi.
 

RADARTUBAN-Pepeng Putra Wirawan sudah mengabarkan kepada seluruh umat di Indonesia bahwa Rabu (11/6) hari ini, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban resmi dibuka.

Namun, begitu tiba di kelenteng di Jalan RE Martadinata 1 Tuban tersebut pukul 09.35, dua gerbangnya masih tertutup rapat. Sama seperti kondisi sedia kala saat ditutup sejak Senin (9/6) petang.

Sepertinya, Pepeng sudah merasa pintu gerbang bakal tetap ‘’disegel’’. Karena itu, ketika datang, dia mengajak empat pekerjanya untuk membawa gunting besi beton.

Mulanya, di hadapan dua satpam kelenteng yang berjaga di luar gerbang, dia me-loundspeaker percakapannya dengan Paulus Willy Afandy.

Dari seberang telepon, terdengar ucapan salah satu pengelola kelenteng dari Surabaya tersebut untuk menyilakan membuka paksa gerbang kelenteng.

Sebenarnya, tokoh Tionghoa Tuban yang memperjuangkan perdamaian kemelut di internal kelenteng tersebut menghendaki gerbang TITD Kwan Sing Bio dibuka baik-baik. Tanpa merusak.

Namun, karena Tjing Hai atau Soejanto, karyawan pengelola kelenteng yang membawa kunci gerbong gerbang tidak menjawab panggilannya, Pepeng mengambil jalan pintas.

Dia sendiri yang memerintahkan pekerjanya menggunting gembok. Dimulai gembok gerbang barat. Setelah itu, dilanjutkan gembok gerbang utama.  

Ketika hendak masuk altar, lagi-lagi owner Fave Hotel Tuban itu terhalang masuk karena pintunya juga digembok. Cekrek, sekali potong, gembok ini pun putus.

Setiap kali gembok terpotong, Pepeng sendiri yang mengawali membuka gerbang dan pintunya dan selanjutnya tepuk tangan. Tanda terbebas dari belenggu.

Setelah meninjau area altar, ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim itu menyalakan sejumlah lilin. Sebelum meninggalkan kelenteng, Pepeng sembahyang di altar tengah.

‘’Saya sampaikan kepada umat, mulai hari ini, kelenteng Kwan Sing Bio resmi tetap dibuka,’’ tegasnya.

Pepeng menegaskan siap pun boleh memakai. Itu pun dengan catatan mereka yang terlibat konflik tidak boleh masuk kelenteng. ‘’Saya yang bertanggung jawab. Kalau itu saya tolak. Tidak boleh masuk,’’ tegasnya.

Pepeng menyampaikan pertimbangan membuka karena tempat ibadah tersebut karena milik umum. Karena itu, tidak boleh sejumlah pribadi menutupnya.

Putra mantan ketua umum TITD Kwan Sing Bio Tuban periode 1990-an, almarhum Lubian Jaya Wirawan itu kemudian menyampaikan filosofi nyala lilin sumbangan umat di seluruh di Indonesia. ‘’Kita hargai. Karena lilin sesuatu yang sakral. Mereka (umat) percaya kepada Kongco. Ini adalah salah satu kebahagiaan dan hoki,’’ ujarnya.

Pepeng juga menyatakan bertanggung jawab bahwa selama satu bulan kelenteng harus dibuka. Sebagai pengusaha Tuban, dia mengaku ikut dan mengetahui kondisi kelenteng saat ini. ‘’Saya tidak ingin konflik berkepanjangan. Saya harus buka kelenteng. Terpaksa saya potong,’’ tegas konglomerat itu.

Ditanya pihak yang menggembok kelenteng, Pepeng menyebut pihak pengelola. Pertimbangan penggembokan tersebut, terang dia, karena keributan yang terjadi pada Minggu (8/6). Keributan dimaksud adalah upaya Tjong Ping bersama pengurus-penilik terpilih, dan umat yang hendak puak pwee setelah pemilihan.

Dengan menutup total gerbang kelenteng, lanjut Pepeng, pihak pengelola berharap Tjong Ping tidak kembali masuk. ‘’Dikhawatirkan pihak Tjong Ping masuk lagi ke kelenteng, makanya digembok,’’ ujar pria bernama Tionghoa, Oei Khay Sian itu.

Dia menambahkan, sebelum ada kesepakatan, pengelola tidak mau membuka. ‘’Karena itulah, saya (minta, Red) membuat surat pernyataan. Satu bulan ini harus dibuka. Kubu Tjong Ping tidak boleh masuk,’’ tandas taipan 65 tahun itu.(*)

 

 

Editor : Dwi Setiyawan
#Pepeng Putra Wirawan #pintu gerbang #TITD Kwan Sing Bio Tuban