Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PBNU Kecam Serangan Udara Israel ke Iran, Desak PBB untuk Segera Ambil Tindakan

Bihan Mokodompit • Minggu, 15 Juni 2025 | 03:47 WIB
Ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf turut mengecam tindakan serangan israel pada Iran
Ketua umum PBNU, Yahya Cholil Staquf turut mengecam tindakan serangan israel pada Iran

RADARTUBAN - Serangan Israel ke Iran kembali memicu kecaman internasional.

PBNU mengecam serangan Israel ke Iran yang terjadi pada Jumat lalu, dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil langkah tegas untuk meredakan konflik yang berpotensi meluas ke kawasan lain.

Tindakan Israel yang menyerang situs nuklir dan fasilitas militer Iran tanpa adanya dialog multilateral dinilai sebagai pelanggaran terhadap norma-norma internasional.

 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, secara tegas menyampaikan kecaman tersebut saat berbicara di Jakarta.

Ia menyatakan bahwa serangan mendadak Israel mencerminkan kegagalan dari tatanan dunia berbasis aturan internasional.

"Serangan ini mencerminkan kegagalan tatanan internasional berbasis aturan, karena tidak dijaga dengan baik dan konsisten," ujar Staquf.

Ia menegaskan bahwa serangan itu bukan hanya melanggar norma, tetapi juga dapat menyeret dunia menuju krisis global yang lebih dalam.

"Situasi ini merupakan ancaman bagi dunia yang dapat mengarah pada kehancuran bersama, “ tambahnya.

 

Sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia, Staquf menyoroti perlunya solidaritas global dan peran aktif lembaga internasional dalam mencegah eskalasi lebih lanjut antara Israel dan Iran.

Ia mengajak PBB dan seluruh negara yang menjunjung perdamaian untuk segera bertindak.

"Situasi ini merupakan ancaman bagi dunia yang dapat mengarah pada kehancuran bersama," katanya lagi.

"Serangan-serangan ini telah memperparah konflik dan ketidakstabilan global."

 

Sikap tegas juga datang dari Pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melalui juru bicara Kemlu, Sugiono, menyatakan bahwa serangan tersebut jelas melanggar hukum internasional dan menghancurkan fondasi tatanan hukum global.

“Serangan itu melanggar hukum internasional dan menghancurkan dasar-dasar dari sistem hukum global,” ujar Sugiono.

 

Sementara itu, ketegangan terus meningkat. Media resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa Teheran telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel pada Jumat malam waktu setempat.

Operasi yang disebut “True Promise 3” itu dipimpin langsung oleh Jenderal Ahmad Vahidi.

"Operasi True Promise 3 akan terus berlangsung selama masih diperlukan," ungkap Vahidi, seperti dikutip oleh IRNA.

 

PBNU mengecam serangan Israel ke Iran sebagai bentuk keprihatinan atas arah krisis Timur Tengah yang semakin tidak terkendali.

Konflik ini juga menjadi ujian bagi dunia internasional dalam menegakkan keadilan dan menjaga stabilitas global.

Serangan Israel ke Iran, ditambah dengan reaksi balasan dari Iran, tidak hanya memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan regional, tetapi juga membuka potensi krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Oleh karena itu, suara-suara seperti dari PBNU sangat penting untuk mendorong langkah damai. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#serangan #iran #eskalasi #pbb #pbnu #Israel